Bahagia dengan Makan Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama.

Pisang buah dibagi menjadi empat golongan. Pertama, pisang yang dapat dimakan langsung setelah matang atau dikenal dengan banana. Contohnya pisang susu, pisang hijau, pisang mas, pisang raja, pisang ambon kuning, pisang ambon lumut, pisang barangan, pisang seribu, pisang cavedish. Golongan banana mempunyai bentuk buah yang ujungnya tumpul dan rasa buahnya yang enak jika sudah matang.

Kedua, pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu (plantain). Contohnya pisang tanduk, pisang nangka, pisang oli, pisang kepok, pisang kapas, pisang siam, dan pisang bangkahulu. Golongan plantain mempunyai bentuk buah yang ujungnya runcing, permukaan, buah mengkilap, berkadar pati tinggi, dan beraroma kurang tajam.

Ketiga, pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak atau setelah diolah terlebih dahulu, seperti pisang kepok dan pisang raja. Keempat, pisang yang dapat dimakan ketika masih mentah, seperti pisang klutuk (pisang batu) yang berasa sepat dan enak untuk rujak. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Zaitun dan Murbei Pembersih Kolesterol

Minyak zaitun mengandung fitoserol yang berperan mengusir kolesterol jahat dalam darah. Selain itu minyak zaitun juga mengadung omega 3 yang mencegah oksidasi LDL agar tidak mengendap di pembuluh darah. Endapan LDL penyebab berbagai penyakit seperti jantung koroner, darah tinggi, dan stroke.

Buah murbei (Morus alba) mujarab mengatasi kolesterol karena kandungan beragam senyawa antioksidan yakni kuersentin, isokuersentin, vitamin C, dan antosianin. Antosianin merupakan sekelompok zat warna kemerahan yang meyebabkan warna merah, jingga, ungu, dan biru pada tumbuhan (buah, bunga, atau daun).

Konsentrasi antosianin buah murbei mencapai 348,89 mg/l yang akan meningkat hingga 544,83 mg/l pada penyimpanan hari ke-15. Kuersentin salah satu jenis flavonoid mencapai 1,12% per 100 gram buah segar. Vitamin C dan betakaroten berperan sebagai antioksidan yang menangkap radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga mampu mengikat oksigen sehingga oksidasi pun tercegah. Kuersentin mencegah oksidasi kolesterol LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat. Selain menurunkan kadar kolesterol, sari buah murbei juga meningkatkan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik.

HDL disebut kolesterol baik karena berperan mengangkut kolesterol dari pembuluh darah ke hati untuk dibuang sehingga penebalan dinding pembuluh darah dapat dicegah. Dalam tubuh, 20-30% dari total kolesterol merupakan HDL. Semakin tinggi kadar HDL risiko terjadinya penyakit jantung kian kecil.

Selain buah, daun murbei yang berbentuk bulat telur hingga berbentuk jantung itu juga berkhasiat obat. Sayur daun muda sangat lezat dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi penderita bisulan. Manfaat lain adalah menurunkan kadar glukosa darah.

Sumber:

Bebesaran Perkecil Kolesterol. Novia Wulandari. Trubus Edisi No 490 September 2010/XLI.

Emas Cair Sehatkan Jantung. Endah Kurnia Wirawati. Trubus Edisi No 490 September 2010/XLI.

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang

Students Action On Climate Change atau bisa disingkat SAOCC merupakan program tahunan dari Pecinta Alam SMA Negeri 8 (PASMAPAN) Semarang yang melibatkan para siswa dari SMP dan SMA di kota Semarang. Pada tahun 2014 ini SAOCC diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya dan untuk yang kedua kalinya SMK Bagimu Negeriku turut berpartisipasi dengan mengirimkan lima siswa. Kegiatan utama dalam SAOCC adalah penanaman bibit mangrove.

Hari Jumat, 14 Nopember 2014 dilaksanakan penyuluhan mengenai mangrove dengan pembicara dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan LSM Prenjak. Danny Yustiniadi dari BLH Kabupaten Semarang menyampaikan materi mengenai sampah pantai dan berbagai upaya yang telah dan masih dilakukan untuk mengatasi abrasi di daerah pesisir Semarang. Arifin dari Prenjak menyampaikan materi mengenai pengertian mangrove dan teknik penanamannya. Penyuluhan seperti ini bagus sekali untuk memberikan pengetahuan bagi para peserta agar memahami pentingnya pelestarian kawasan pesisir.

Apel Pembukaan SAOCC III

Apel Pembukaan SAOCC III

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Artikel

Panen Bawang Merah

image

Ini dia hasil panen bawang merahku ๐Ÿ˜€
Dari 4 siung jadi sebanyak itu. Senangnya. Langsung deh tanam 5 siung lagi.
Masih ada sederet yang sedang tumbuh dan beberapa yang baru muncul daun. Panen berkelanjutan nih ๐Ÿ˜€
Ayo mandiri pangan!

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Bibit-bibit mungil

image

Menyemai benih itu mudah. Sangat mudah. Kita tahu yang paling dibutuhkan biji-biji mungil itu agar berkecambah adalah air.
Jadi, pertama-tama siapkan dulu tempat untuk menyemainya. Kalau aku menggunakan botol plastik bekas air mineral. Beri tanah secukupnya ke dalam wadah itu, lalu percikkan air hingga tanah cukup basah. Aku tidak melubangi bagian bawah wadah karena aku tidak akan menyiramkan banyak air.
Setelah itu, aku membuat lubang-lubang kecil dengan jarak sekitar 1 – 2 cm. Biji sawi dan tomat aku masukkan ke dalam lubang, lalu aku tutup lagi. Wadah penyemaian aku letakkan di tempat teduh yang terkena sinar matahari tak langsung, membuat mereka cukup lembab, tapi cukup terang agar tidak tumbuh jamur.
Penting sekali untuk melihat keadaan mereka setiap hari. Tanah harus dijaga agar tetap basah karena biji-biji mungil itu terus menyerap air. Mereka belum butuh sinar matahari, jadi jangan letakkan di tempat panas karena akan membuat tanah cepat kering.
Jadi, dua hari kemudian aku sudah bisa melihat sawi-sawi mungil yang sedang berjuang muncul di permukaan ๐Ÿ˜€ Benih tomat agak lama, sekitar lima hari baru mereka mau muncul.
Nah, setelah mereka punya daun, bolehlah jemur di luar sebentar. Sebentar aja ya. Aku membiarkan mereka berfotosintesis ria sekitar satu jam. Kadang setengah jam, takut kelupaan, bisa-bisa kering nanti >.<
Gampang kan menyemai benih ๐Ÿ˜€

Tinggalkan komentar

Filed under Kebun

Kangkung dan bawang merah

image

Akhirnya hujan turun sehingga bawang merah yang aku tanam di antara kangkung mau bertumbuh juga ๐Ÿ™‚ Sayangnya bawang putih belum menunjukkan tanda-tanda akan bertumbuh ๐Ÿ˜ฆ

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Mengenal Tanaman yang Berjasa Meningkatkan Kualitas Udara Perkotaan

Hari libur pasti sangat menyenangkan. Apalagi selama hampir tiga bulan telah berkutat dengan tugas dan ulangan yang tiada henti. Liburan kali ini bukan sekadar liburan, khususnya untuk anak-anak kelas X dan XI SMK Bagimu Negeriku, karena harus diisi juga dengan belajar di rumah, mengingat kakak-kakak kelas XII juga sedang berjuang menghadapi Ujian Sekolah. Memang sih, tidak seketat belajar di sekolah dan bisa atur waktu sendiri kapan mau belajar atau mengerjakan tugas, kapan mau tidur saja seharian :p. Justru di situlah kemampuan manajemen waktu perlu diasah supaya tidak keterusan bersantai-santai, mumpung libur lumayan panjang.

Nah, kali ini saya menemukan materi yang sangat menarik, khususnya bagi Anda yang kelas XI, untuk mendukung pengetahuan tentang polusi udara dan penanganannya. Kelas X juga boleh ikut belajar kok ๐Ÿ™‚

Saat masih kuliah, saya pernah membaca di majalah yang diterbitkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta mengenai berbagai jenis pohon yang cocok dijadikan pohon peneduh di tepi jalan. Sayangnya, saya tidak bisa mengingat semua jenis pohon itu. Lalu, setelah mencari-cari lewat Google, akhirnya ketemu juga beberapa referensi yang tepat. Referensi berupa jurnal ini berjudul “Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang” (silakan klik untuk mengunduh jurnal).

Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin (spark ignition engine) menyumbang 70% karbon monoksida (CO), 100% plumbum (Pb), 60% hidrokarbon (HC), dan 60% oksida nitrogen (NOx). Bahkan, beberapa daerah yang tinggi kepadatan lalu lintasnya menunjukkan bahan pencemar seperti Pb, ozon (O3), dan CO telah melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Hasil penelitian pada Juni-Agustus 2011 menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Dari 5 stasiun penelitian, 3 stasiun yaitu: Kalibanteng (20.610 ppm), Pemuda (17.175 ppm) dan Setyabudi (15.343 ppm) menunjukkan kadar CO di atas ambang batas yang sudah ditentukan (15.000 ppm). Pendapat ini sesuai dengan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Emisi Sumber Bergerak KLH, Ade Palguna di Semarang. Kondisi pencemaran di kota Semarang sudah parah yang secara angka mencapai 70 sampai 80%. Selain Kota Semarang ada lagi 26 kota metropolitan yang mendapatkan perhatian serius KLH.

Untuk mengurangi semakin tingginya bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor, perlu adanya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan
kendaraan bermotor. Pohon sering disebut sebagai paru-paru kota. Sejumlah pohon berdaun lebar diyakini dapat menjerap bahan-bahan pencemar udara. Sel-sel daun berfungsi menangkap karbondioksida dan timbal untuk kemudian diolah dalam sistem fotosintesis.

Tanaman peneduh merupakan tanaman yang ditanam sebagai tanaman penghijauan. Selain berhijau daun, pemilihan jenis tanaman penghijauan seyogyanya juga mempertimbangkan fungsinya sebagai peneduh yang dapat memperbaiki iklim mikro, dan juga dapat berfungsi sebagai barrier/penahan terhadap penyebaran polusi udara dari kendaraan. Adapun tanaman peneduh yang ditanam di pinggir jalan raya selain berfungsi sebagai penyerap unsur pencemar secara kimiawi, juga berfungsi sebagai peredam suara baik kualitatif maupun kuantitatif.

Baca lebih lanjut

62 Komentar

Filed under Artikel