Pasangan Serasi Jati dan Mikoriza

Banyak interaksi terjadi di ekosistem. Salah satu contohnya adalah interaksi antara pohon jati (Tectona grandis) dengan mikoriza arbuskula. Mikoriza merupakan sejenis cendawan yang hidup di perakaran tanaman. Cendawan mikoriza arbuskula (CMA) memperbesar bibit jati hingga 3 m dalam 6 bulan. Tanpa makhluk mungil itu, tinggi tanaman cuma 1 m dalam waktu sama.

Mikoriza arbuskula mudah diperoleh, teknologi produksinya mudah dan sederhana. Mikoriza juga adaptif dan mampu berikatan dengan berbagai jenis tanaman, sampai 97% famili tanaman darat. Selain itu pemanfaatannya efektif dan tidak meninggalkan residu kimiawi sehingga bebas polusi. Kehadiran mikoriza juga memperbaiki granulasi tanah.

Jika diibaratkan, mikoriza itu seperti juru masak alias koki. Jati (Tectona grandis) penikmat hasil masakan. Hubungan mereka merupakan simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan. Mikoriza memerlukan inang untuk hidup. Makhluk liliput itu menetap di perakaran jati dan di sanalah mikoriza memperoleh amilum hasil fotosintesis daun jati untuk menopang hidupnya. Pada saat bersamaan, cendawan memberikan partikel hara makro dan mikro melalui hifa.

Hifa alias benang halus mikoriza dapat berubah bentuk menjadi spora. Ketika akar jati tak mampu mengangkut unsur hara, hifa mengambil alih peran itu. Hifa mikoriza seperti perpanjang bulu akar. Ukuran hifa mikoriza (0,01 mm) jauh lebih kecil ketimbang bulu akar—lebih dari 1 mm—menyebabkan hifa leluasa menembus butiran tanah dan menyerap unsur hara. Mikoriza menyerap nitrogen dari udara dan memeras unsur fosfor dan kalium dari tanah lalu memberikan kepada tanaman. Hasilnya, tanaman yang hidup bersama mikoriza tumbuh subur.

Mikoriza bukan cuma bermanfaat ketika hidup. Saat hidupnya berakhir, mikoriza menjadi biomas yang ujung-ujungnya memberikan nutrisi untuk tanaman inangnya.

Dari cara mengikat akar, ada dua jenis mikoriza: ektomikoriza dan endomikoriza. Hifa ektomikoriza menginokulasi akar di satu titik, lalu terulur memanjang keluar. Sedangkan hifa endomikoriza menginokulasi akar di beberapa titik, lalu membelit dan membungkusnya. Contoh endomikoriza adalah CMA alias cendawan mikoriza arbuskular. Contoh ektomikoriza di antaranya mikoriza Glomus aggregatum.

 

Sumber: Koki Cilik untuk sang Bangsawan. Argohartono Arie Raharjo. Trubus Edisi 490 September 2010/XLI

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel

Bahagia dengan Makan Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama.

Pisang buah dibagi menjadi empat golongan. Pertama, pisang yang dapat dimakan langsung setelah matang atau dikenal dengan banana. Contohnya pisang susu, pisang hijau, pisang mas, pisang raja, pisang ambon kuning, pisang ambon lumut, pisang barangan, pisang seribu, pisang cavedish. Golongan banana mempunyai bentuk buah yang ujungnya tumpul dan rasa buahnya yang enak jika sudah matang.

Kedua, pisang yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu (plantain). Contohnya pisang tanduk, pisang nangka, pisang oli, pisang kepok, pisang kapas, pisang siam, dan pisang bangkahulu. Golongan plantain mempunyai bentuk buah yang ujungnya runcing, permukaan, buah mengkilap, berkadar pati tinggi, dan beraroma kurang tajam.

Ketiga, pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak atau setelah diolah terlebih dahulu, seperti pisang kepok dan pisang raja. Keempat, pisang yang dapat dimakan ketika masih mentah, seperti pisang klutuk (pisang batu) yang berasa sepat dan enak untuk rujak. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Kesehatan

Zaitun dan Murbei Pembersih Kolesterol

Minyak zaitun mengandung fitoserol yang berperan mengusir kolesterol jahat dalam darah. Selain itu minyak zaitun juga mengadung omega 3 yang mencegah oksidasi LDL agar tidak mengendap di pembuluh darah. Endapan LDL penyebab berbagai penyakit seperti jantung koroner, darah tinggi, dan stroke.

Buah murbei (Morus alba) mujarab mengatasi kolesterol karena kandungan beragam senyawa antioksidan yakni kuersentin, isokuersentin, vitamin C, dan antosianin. Antosianin merupakan sekelompok zat warna kemerahan yang meyebabkan warna merah, jingga, ungu, dan biru pada tumbuhan (buah, bunga, atau daun).

Konsentrasi antosianin buah murbei mencapai 348,89 mg/l yang akan meningkat hingga 544,83 mg/l pada penyimpanan hari ke-15. Kuersentin salah satu jenis flavonoid mencapai 1,12% per 100 gram buah segar. Vitamin C dan betakaroten berperan sebagai antioksidan yang menangkap radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga mampu mengikat oksigen sehingga oksidasi pun tercegah. Kuersentin mencegah oksidasi kolesterol LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol jahat. Selain menurunkan kadar kolesterol, sari buah murbei juga meningkatkan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik.

HDL disebut kolesterol baik karena berperan mengangkut kolesterol dari pembuluh darah ke hati untuk dibuang sehingga penebalan dinding pembuluh darah dapat dicegah. Dalam tubuh, 20-30% dari total kolesterol merupakan HDL. Semakin tinggi kadar HDL risiko terjadinya penyakit jantung kian kecil.

Selain buah, daun murbei yang berbentuk bulat telur hingga berbentuk jantung itu juga berkhasiat obat. Sayur daun muda sangat lezat dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi penderita bisulan. Manfaat lain adalah menurunkan kadar glukosa darah.

Sumber:

Bebesaran Perkecil Kolesterol. Novia Wulandari. Trubus Edisi No 490 September 2010/XLI.

Emas Cair Sehatkan Jantung. Endah Kurnia Wirawati. Trubus Edisi No 490 September 2010/XLI.

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang

Students Action On Climate Change atau bisa disingkat SAOCC merupakan program tahunan dari Pecinta Alam SMA Negeri 8 (PASMAPAN) Semarang yang melibatkan para siswa dari SMP dan SMA di kota Semarang. Pada tahun 2014 ini SAOCC diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya dan untuk yang kedua kalinya SMK Bagimu Negeriku turut berpartisipasi dengan mengirimkan lima siswa. Kegiatan utama dalam SAOCC adalah penanaman bibit mangrove.

Hari Jumat, 14 Nopember 2014 dilaksanakan penyuluhan mengenai mangrove dengan pembicara dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan LSM Prenjak. Danny Yustiniadi dari BLH Kabupaten Semarang menyampaikan materi mengenai sampah pantai dan berbagai upaya yang telah dan masih dilakukan untuk mengatasi abrasi di daerah pesisir Semarang. Arifin dari Prenjak menyampaikan materi mengenai pengertian mangrove dan teknik penanamannya. Penyuluhan seperti ini bagus sekali untuk memberikan pengetahuan bagi para peserta agar memahami pentingnya pelestarian kawasan pesisir.

Apel Pembukaan SAOCC III

Apel Pembukaan SAOCC III

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Artikel

Panen Bawang Merah

image

Ini dia hasil panen bawang merahku 😀
Dari 4 siung jadi sebanyak itu. Senangnya. Langsung deh tanam 5 siung lagi.
Masih ada sederet yang sedang tumbuh dan beberapa yang baru muncul daun. Panen berkelanjutan nih 😀
Ayo mandiri pangan!

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Bibit-bibit mungil

image

Menyemai benih itu mudah. Sangat mudah. Kita tahu yang paling dibutuhkan biji-biji mungil itu agar berkecambah adalah air.
Jadi, pertama-tama siapkan dulu tempat untuk menyemainya. Kalau aku menggunakan botol plastik bekas air mineral. Beri tanah secukupnya ke dalam wadah itu, lalu percikkan air hingga tanah cukup basah. Aku tidak melubangi bagian bawah wadah karena aku tidak akan menyiramkan banyak air.
Setelah itu, aku membuat lubang-lubang kecil dengan jarak sekitar 1 – 2 cm. Biji sawi dan tomat aku masukkan ke dalam lubang, lalu aku tutup lagi. Wadah penyemaian aku letakkan di tempat teduh yang terkena sinar matahari tak langsung, membuat mereka cukup lembab, tapi cukup terang agar tidak tumbuh jamur.
Penting sekali untuk melihat keadaan mereka setiap hari. Tanah harus dijaga agar tetap basah karena biji-biji mungil itu terus menyerap air. Mereka belum butuh sinar matahari, jadi jangan letakkan di tempat panas karena akan membuat tanah cepat kering.
Jadi, dua hari kemudian aku sudah bisa melihat sawi-sawi mungil yang sedang berjuang muncul di permukaan 😀 Benih tomat agak lama, sekitar lima hari baru mereka mau muncul.
Nah, setelah mereka punya daun, bolehlah jemur di luar sebentar. Sebentar aja ya. Aku membiarkan mereka berfotosintesis ria sekitar satu jam. Kadang setengah jam, takut kelupaan, bisa-bisa kering nanti >.<
Gampang kan menyemai benih 😀

Tinggalkan komentar

Filed under Kebun

Kangkung dan bawang merah

image

Akhirnya hujan turun sehingga bawang merah yang aku tanam di antara kangkung mau bertumbuh juga 🙂 Sayangnya bawang putih belum menunjukkan tanda-tanda akan bertumbuh 😦

2 Komentar

Filed under Uncategorized