Category Archives: Lamunan

Di Tepi Sungai

Suasana sore itu suram. Matahari belum terbenam, tapi cahayanya telah terhalang oleh awan kelabu yang terhampar di langit. Pohon-pohon tua berbatang kokoh selalu setia berdiri tegak di tepi sungai, tak gentar pada cuaca buruk. Angin hanya sekali-sekali berhembus menggoyangkan dahan-dahan pohon yang menjulur jauh. Daun-daun pucat mereka terjuntai menyentuh permukaan air sungai. Kabut perlahan turun, menggelayut di batang, dahan, dan ranting. Semua yang tampak seakan tak nyata.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Lamunan

Beratapkan Langit

Hari ini diselimuti mendung. Langit tidak gelap, tetapi awan cukup tebal untuk menahan sinar matahari. Tetes-tetes kecil hujan pun turun. Suasana ini sangat kusuka.
Sambil menghirup aroma tanah yang basah, aku jadi teringat saat sedang berada di gunung, di antara pepohonan bersama teman-teman, mengelilingi api unggun yang menghangatkan kami di malam yang dingin dan lembab. Dengan tenda-tenda yang diatur mengelilingi api unggun, seakan menciptakan ruang aman bagi kami. Di luar itu, hanya ada kegelapan.
Suasana terasa sangat akrab ketika semua berkumpul untuk mendapatkan kehangatan dari nyala kuning-merah yang menari-nari. Di situlah kami, berbincang, meringkuk agar tidak kedinginan, menikmati susu atau teh panas sambil menghirup aroma kayu yang terbakar. Tak ada suara bising kendaraan bermotor, tak ada suara televisi, tak ada yang sibuk sendiri dengan ponselnya. Kami di sini, menyatu dengan alam, yang terdengar adalah suara serangga dan hewan malam, juga desau angin di antara pepohonan yang diramaikan suara canda tawa kami.
Semua itu meresap dalam diriku. Aku selalu menantikan saat-saat aku kembali berada di tengah hutan, menikmati malam beratapkan langit.


23 Agustus 2010

Tinggalkan komentar

Filed under Lamunan