Monthly Archives: April 2018

6 Tips Gaya Hidup Ramah Lingkungan Tanpa Biaya

Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat dimulai dari hal paling sederhana. Siapa saja dapat melakukannya, bahkan dengan biaya minim atau tanpa biaya sekalipun.

  1. Katakan “tidak”

Sekarang sudah banyak kasir swalayan yang menawarkan apakah kita akan menggunakan kantong plastik untuk belanjaan kita atau tidak. Jadi, kita bisa menjawab “tidak”. Walaupun tidak semua kasir bertanya terlebih dahulu, kita bisa langsung memberitahu saat melakukan pembayaran.

  1. Membawa kantong belanja sendiri

Apabila kita punya rencana belanja rutin, maka kita dapat mempersiapkan kantong belanja. Lebih baik lagi jika kita selalu membawa kantong belanja, jadi sewaktu-waktu dapat digunakan saat tiba-tiba ingin berbelanja.

  1. Menggunakan botol minum isi ulang

Banyak sekali pilihan botol minum isi ulang dengan berbagai ukuran, warna, bentuk, dan bahan. Kualitasnya pun bermacam-macam. Kita bisa memilih sesuai selera dan anggaran kita. Dengan demikian kita mengurangi sampah kemasan plastik air mineral yang hanya sekali pakai.

  1. Mengenali dan mengelompokkan sampah yang dihasilkan

Jenis sampah apakah yang kita hasilkan setiap hari? Secara umum, kita dapat mengelompokkannya ke dalam golongan plastik, kertas, dan organik.

  1. Mendaur ulang sampah

Setelah mengenali dan memisahkan sampah yang kita hasilkan setiap hari, sampah-sampah tersebut dapat kita jual atau manfaatkan kembali. Sampah plastik dan kertas yang telah dipisahkan dapat dijual ke tukang rosok yang nantinya akan diolah kembali. Sedangkan untuk sampah organik dapat dijadikan kompos. Kita bisa melakukan pengomposan sendiri atau membawa sampah organik itu ke pasar lokal yang menyediakan tempat pengomposan. Maka, tidak semua sampah yang kita hasilkan berakhir di tempat pembuangan akhir dan ditimbun.

  1. Membuang sampah pada tempatnya

Sejak kecil kita terus-menerus dididik untuk membuang sampah pada tempatnya. Apabila hal ini sudah membudaya dalam kehidupan kita sehari-hari, maka lingkungan akan menjadi bersih dan nyaman.

Dari keenam poin tersebut, lakukanlah dari yang paling mudah terlebih dahulu. Jika dapat melakukannya setiap hari, lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi kebiasaan dan lebih mudah dilakukan tanpa merasa repot.

Saya sendiri masih kesulitan menerapkan poin 4 dan 5 di rumah. Saya pernah mencoba melakukan pengomposan dan berhasil, namun terkendala tempat dan waktu. Sejak pindah rumah, saya belum menyediakan tempat khusus untuk memisahkan bahan organik. Selain itu, saya sendiri hanya berada di rumah setiap akhir pekan. Di sinilah saya menyadari pentingnya kerja sama antaranggota keluarga agar bisa menerapkan pengelompokan sampah dan pengelolaannya.

Nah, kamu bisa berbagi gaya hidup ramah lingkungan seperti apa yang sudah kamu terapkan dan apa saja kendala yang kamu hadapi dengan menuliskannya di kolom komentar 🙂

 

 

Iklan

69 Komentar

Filed under Artikel