Monthly Archives: November 2015

Pohon Kudo di Halaman Rumah

Saya suka pohon-pohon besar, salah satunya pohon beringin (Ficus benjamina). Dekat dengan rumah kami terdapat sebuah pohon beringin yang sangat besar di area bekas sanatorium. Dulu saya dan adik-adik suka bermain ke sana saat bangunan di sana masih didiami oleh Pak RT masa itu. Sayangnya bangunan tua itu sudah dirobohkan. Walaupun pohon beringinnya masih tegak berdiri, kami sudah lama tidak ke sana, hanya memandangnya dari luar pagar saat sesekali lewat.

pohon_beringin

Di halaman depan rumah kami tumbuh sebuah pohon kudo yang kian besar dan rindang. Tak kalah rindang dengan pohon beringin dan saya harap bisa menjadi tempat tinggal bagi burung-burung. Akan menyenangkan sekali jika melihat sarang burung terjalin di cabang-cabangnya.

Dulunya pohon itu tidak ada. Saya awalnya mengira pohon itu ada di pekarangan tetangga. Tapi saat mulai tumbuh besar, barulah saya sadar pohon itu tumbuh di halaman kami. Pohon tersebut menciptakan iklim mikro yang sejuk di halaman rumah kami. Di tengah pemanasan global dan perubahan iklim yang sedang berlangsung, sudah seharusnya kita menjaga keberadaan pohon-pohon rindang.

(baca cerita pendek saya yang terinspirasi dari pohon beringin di sanatorium, di link ini)

Iklan

8 Komentar

Filed under Kebun

Drainase untuk Kebun

Musim kemarau yang cukup panjang kali ini membuat kebun kami jadi gersang. Tidak banyak tumbuh rumput-rumput liar, tapi tanaman yang kami tanam nampak kurang segar walaupun sudah disiram. Mungkin karena volume penyiraman yang kurang banyak karena dalam beberapa hari kami sempat kesulitan air. Memasuki bulan Nopember, kami bersyukur hujan mulai turun.

Tanah di kebun kami termasuk jenis tanah latosol berwarna cokelat. Saat musim hujan, jenis tanah ini mudah mengikat air dalam jumlah besar sehingga menyebabkannya jadi liat. Hal tersebut akan mengurangi suplai oksigen untuk akar tanaman dan menyebabkan akar tanaman sulit menembus tanah. Sementara itu, di cuaca yang panas atau musim kemarau, jenis tanah ini dapat menjadi sekeras batu, membuatnya sulit digemburkan.

Untuk mengatasi kelebihan air selama musim hujan mendatang, kami membuat  drainase sederhana di kebun berdasarkan panduan yang saya peroleh dari The Gardening Year. Pertama-tama, kami membuat lubang sedalam 50 cm dengan alat biopori. Lalu ke dalam lubang diisi dengan batu-batu berukuran kecil hingga setengahnya. Di atasnya diberi lapisan daun-daun kering, kemudian ditutup lagi dengan tanah. Kami sudah membuat 10 titik drainase di kebun dengan jarak antardrainase sekitar 2 m.

IMG_20151107_081823

IMG_20151107_083423

Penanganan berikutnya, yang secara bertahap sudah kami lakukan, adalah pemberian materi organik, yaitu kompos dan pupuk kandang. Materi organik dapat memperbaiki struktur dan warna tanah, serta meningkatkan drainase dan aerasi pada tanah.

Tanah latosol merupakan jenis tanah yang cukup subur dan cocok untuk pertanian. Dengan penanganan dan pengolahan yang baik, tanah jenis ini akan memberikan hasil yang maksimal.

Semangat berkebun!

3 Komentar

Filed under Kebun