Mengenal Tanaman yang Berjasa Meningkatkan Kualitas Udara Perkotaan

Hari libur pasti sangat menyenangkan. Apalagi selama hampir tiga bulan telah berkutat dengan tugas dan ulangan yang tiada henti. Liburan kali ini bukan sekadar liburan, khususnya untuk anak-anak kelas X dan XI SMK Bagimu Negeriku, karena harus diisi juga dengan belajar di rumah, mengingat kakak-kakak kelas XII juga sedang berjuang menghadapi Ujian Sekolah. Memang sih, tidak seketat belajar di sekolah dan bisa atur waktu sendiri kapan mau belajar atau mengerjakan tugas, kapan mau tidur saja seharian :p. Justru di situlah kemampuan manajemen waktu perlu diasah supaya tidak keterusan bersantai-santai, mumpung libur lumayan panjang.

Nah, kali ini saya menemukan materi yang sangat menarik, khususnya bagi Anda yang kelas XI, untuk mendukung pengetahuan tentang polusi udara dan penanganannya. Kelas X juga boleh ikut belajar kok🙂

Saat masih kuliah, saya pernah membaca di majalah yang diterbitkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta mengenai berbagai jenis pohon yang cocok dijadikan pohon peneduh di tepi jalan. Sayangnya, saya tidak bisa mengingat semua jenis pohon itu. Lalu, setelah mencari-cari lewat Google, akhirnya ketemu juga beberapa referensi yang tepat. Referensi berupa jurnal ini berjudul “Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang” (silakan klik untuk mengunduh jurnal).

Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin (spark ignition engine) menyumbang 70% karbon monoksida (CO), 100% plumbum (Pb), 60% hidrokarbon (HC), dan 60% oksida nitrogen (NOx). Bahkan, beberapa daerah yang tinggi kepadatan lalu lintasnya menunjukkan bahan pencemar seperti Pb, ozon (O3), dan CO telah melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Hasil penelitian pada Juni-Agustus 2011 menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Dari 5 stasiun penelitian, 3 stasiun yaitu: Kalibanteng (20.610 ppm), Pemuda (17.175 ppm) dan Setyabudi (15.343 ppm) menunjukkan kadar CO di atas ambang batas yang sudah ditentukan (15.000 ppm). Pendapat ini sesuai dengan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Emisi Sumber Bergerak KLH, Ade Palguna di Semarang. Kondisi pencemaran di kota Semarang sudah parah yang secara angka mencapai 70 sampai 80%. Selain Kota Semarang ada lagi 26 kota metropolitan yang mendapatkan perhatian serius KLH.

Untuk mengurangi semakin tingginya bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor, perlu adanya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan
kendaraan bermotor. Pohon sering disebut sebagai paru-paru kota. Sejumlah pohon berdaun lebar diyakini dapat menjerap bahan-bahan pencemar udara. Sel-sel daun berfungsi menangkap karbondioksida dan timbal untuk kemudian diolah dalam sistem fotosintesis.

Tanaman peneduh merupakan tanaman yang ditanam sebagai tanaman penghijauan. Selain berhijau daun, pemilihan jenis tanaman penghijauan seyogyanya juga mempertimbangkan fungsinya sebagai peneduh yang dapat memperbaiki iklim mikro, dan juga dapat berfungsi sebagai barrier/penahan terhadap penyebaran polusi udara dari kendaraan. Adapun tanaman peneduh yang ditanam di pinggir jalan raya selain berfungsi sebagai penyerap unsur pencemar secara kimiawi, juga berfungsi sebagai peredam suara baik kualitatif maupun kuantitatif.

Hal lain yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih jenis tanaman adalah sebagai berikut:

  1. Penahan dan penyaring partikel padat dari udara. Fungsi ini dilakukan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan, sehingga partikel padat di udara akan berkurang. Hal ini terjadi karena partikel padat akan terjerap (menempel) pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan permukaannya kasar. Sebagian partikel yang lain akan terserap masuk ke dalam ruang stomata daun.  Manfaat lain dari tajuk tanaman adalah menjadikan udara lebih bersih dan sehat karena daun melakukan proses fotosintesis. Dengan demikian fungsi ini akan tercapai apabila tajuk daun lebar seperti pada pohon angsana (Pterocarpus indicus), ketapang (Terminalia catappa), dan mahoni (Swietenia mahagoni).
  2. Penyerap dan penjerap partikel Pb. Kendaraan bermotor merupakan sumber utama Pb yang mencemari udara daerah perkotaan.

Angsana (Pterocarpus indicus)

Ketapang (<em>Terminalia catappa</em>)

Ketapang (Terminalia catappa)

Mahoni (Swietenia mahagoni)

Berdasarkan penelitian,  dapat diketahui jenis tanaman yang ditanam di 5 jalan protokol Kota Semarang berjumlah 29 jenis. Pada wilayah Kalibanteng terdapat 15 jenis tanaman peneduh dengan tanaman angsana sebagai tanaman dominan, yaitu 29,5% dari seluruh jenis tanaman lainnya. Jalan Pemuda terdapat 12 jenis tanaman peneduh dengan tanaman terbanyak adalah angsana, yaitu 29,4% dari jumlah tanaman keseluruhan. Pada Jl. Brigjen Katamso terdapat 10 jenis tanaman peneduh dengan angsana sebagai tanaman terbanyak yaitu 67%. Sedangkan pada Jalan Kaligawe terdapat 5 jenis dan didominasi oleh jenis tanaman glodogan yaitu 39,6% dan Jl. Setiyabudi memiliki 12 jenis tanaman peneduh dengan dominasi tanaman adalah jenis cemara dan palem raja dengan nilai masing-masing 20,3%.

Glodogan (Polyalthea longifolia)

Tanaman angsana yang mendominasi di wilayah Kalibanteng atau ruas jalan lainnya ternyata mempunyai kemampuan kecil dalam menyerap CO2 (11,12 kg/pohon/tahun). Hal ini berbeda dengan kemampuan tanaman trembesi (28.488,39), akasia (5.295,47), kenanga (756,59), serta lainnya yang mempunyai kemampuan baik dalam menyerap CO2. Tetapi adanya angsana ini dimungkinkan mampu sebagai penjerap yang baik untuk Pb, dikarenakan Pb pada lokasi penelitian sangat kecil (0,021 – 0,054 ppm) jauh di bawah baku mutu yang ditentukan (2 ppm).

Trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.)

Kenanga (Cananga odorata)

Syarat-syarat pohon perkotaan menurut Sobirin dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) seperti yang tercantum dalam blog beliau “Tidak Semua Pohon Peneduh Aman” yaitu:

Pohon peneduh: ditanam berbaris pada jalur tanaman di sepanjang jalan, percabangan 2 meter di atas tanah, bentuk percabangan tidak merunduk, bermassa padat, jenis tanaman: Kiara payung (Filicium decipiens), Tanjung (Mimusops elengi), Angsana (Pterocarpus indicus).

Kiara payung (Filicium decipiens)

Tanjung (Mimusops elengi)

Pohon penyerap polusi udara: beberapa jenis pohon, perdu/semak, tidak mudah rusak atau mati terkena pencemaran udara, bermassa padat, jarak tanam rapat, jenis tanaman: Angsana (Pterocarpus indicus), Akasia daun besar (Acacia mangium), Oleander (Nerium oleander), Bogenvil (Bougainvillea sp), Teh-tehan pangkas (Acalypha sp).

Akasia (Acacia mangium)

Daun dan buah akasia (Acacia mangium)

Oleander (Nerium oleander)

Bogenvil (Bougainvillea sp)

Teh-tehan pangkas (Acalypha sp)

Pohon penyerap kebisingan: beberapa jenis pohon, perdu/ semak, membentuk massa, berdaun padat, jenis tanaman: Kiara payung (Filicium decipiens), Tanjung (Mimusops elengi), Teh-tehan pangkas (Acalypha sp), Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), Bogenvil (Bougenvillea sp), Oleander (Nerium oleander).

Pohon pemecah angin: tanaman tinggi, perdu/semak, tahan hembusan angin kuat, bermassa daun padat, ditanam berjajar atau membentuk massa, jarak tanam rapat, jenis tanaman: Kiara payung (Filicium decipiens), Tanjung (Mimusops elengi), Angsana (Pterocarpus indicus), Cemara (Casuarina equisetifolia), Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis).

Cemara (Casuarina equisetifolia)

Daun dan buah cemara (Casuarina equisetifolia)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Cobalah mengakrabkan diri dengan nama-nama ilmiah dari berbagai jenis tanaman yang ada karena beberapa tanaman mempunyai nama yang berbeda di tiap daerah.

Silakan menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar jika Anda Kelas XI di SMK Bagimu Negeriku (beri nama terang ya, nickname diizinkan asal tidak alay).

Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

Selamat berlibur sambil belajar. Semangat mengerjakan proyek kelompok menginvestigasi polusi di lingkungan sekitar😀

62 Komentar

Filed under Artikel

62 responses to “Mengenal Tanaman yang Berjasa Meningkatkan Kualitas Udara Perkotaan

  1. chandra_kusuma

    4. Pohon Jambu air (Syzygium aquenum) atau orang barat biasa menyebutnya sebagai Water Apple. Pohon Jambu adalah pohon spesies asli Asia Tenggara. Pohon ini adalah pilihan kedua saya setelah pohon Kiara Payung sebagai tanaman peneduh di halaman rumah anda. Pohon perdu ini memiliki persyaratan yang baik, yaitu: Tinggi pohon maksimal hanya 12 meter, namun sering dijumpai sekitar 4-10 meter. Batang utama tidak terlalu besar, tidak sebesar pohon mangga. Bertajuk lebat dan pertumbuhannya cepat seperti pohon Mangga sedangkan pohon Kiara payung dan Pohon Tanjung pertumbuhannya agak lambat. Bunga disukai kupu2 sehingga banyak ulat pada pohon. Banyaknya ulat juga mengundang burung-burung untuk datang. Menurut saya burung lebih suka pohon jambu daripada pohon mangga karena lebih sering membuat sarang di pohon ini. Spesies jambu air sebenarnya banyak dan kadang sulit dibedakan. Contoh spesies yang mirip namun berbeda adalah Jambu air Semarang (Syzygium Samarangense) dan Jambu Bol (Syzygium Malaccense). Jambu biji dan Jambu mede bukan dari genus yang sama dengan Jambu air karena bentuk terlihat dari bentuk daunnya yang berbeda. Jambu biji juga tidak berdaun lebat seperti jambu air sehingga tidak cocok ditanam sebagai pohon peneduh perumahan. Saat membeli pohon, perhatikan hal berikut ini: Pilih pohon yang berukuran agak besar, meskipun mahal tidak apa-apa, karena menunggu pohon tumbuh 50 cm pada masa awal pertumbuhan akan sangat lama sekali. Pilih pohon yang sehat, tidak terdapat hama atau jamur yang melekat pada daun atau ranting. Pohon jambu air sangat rentan terhadap serangan hama terutama ulat karena ulat sangat menyukai cita rasa “daun” pohon Jambu. Pilih pohon dengan tunas bagian atas tidak terpotong. Kalau dalam kondisi terpotong, kemungkinan tunas baru akan tumbuh bercabang dan kesamping. Untuk peneduh, disarankan memilih pohon berasal dari biji, bukan cangkok. Kalau dari cangkokan, pohon akan buru-buru berbuah sehingga pertumbuhannya tidak maksimal (tidak terlalu tinggi). Jangan memangkas ranting atau daun pada pohon saat usia pohon masih terlalu muda karena daun yang lebat akan mempercepat proses fotosintesis dan pertumbuhan pohon, baik tumbuh ke samping maupun ke atas. Pangkaslah pohon bagian bawah bila pohon sudah mencapai tinggi 3 meter agar pohon menjadi semakin tinggi.

  2. 1. Pohon Angsana mempunyai ciri-ciri Batang pohon dapat mencapai 40 meter, Daun bulat telur memanjang ujungnya meruncing, tumpul dan mengkilat, Bunga muncul dari ujung ranting, dan Buah Berbentuk polong. Pohon Angsana merupakan penyerap polusi udara (Pb) paling besar diantara pohon peneduh lainnya. Selain itu dapat juga mnejadi obat herbal seperti mengobati Batu Ginjal, Sariawan, Kencing Manis, Luka Luar, Menurunkan Kadar Gula. http://www.mitrabibit.com
    2. Pohon Ketapang mempunyai ciri-ciri Tingginya dapat mencapai 35 meter. bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat, Daun ketapang lebar berbentuk bulat telur dengan pangkal daun runcing dan ujung daun lebih tumpul. Pertulangan daun sejajar dengan tepi daun berombak. Pohon ketapang kerap ditanam sebagai pohon peneduh di pingir jalan atau taman. Dapat juga menjadi obat radang rongga perut, lepra, kudis, dan yang lainnyan. alamendah.org
    3. Pohon Mahoni ditanam secara luas di daerah tropis untuk program reboisasi dan penghijauan. Manfaat lainnya dari pohon kayu mahoni ialah pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air. Ciri-ciri pohon Mahoni sendiri yaitu tinggi pohon mencapai 35-40 m, Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir, kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda. Manfaat Buah Mahoni diantaranya Mengobati penyakit sampar, Mencegah pembekuan darah, Menguatkan fungsi hati, dan lainnya. bibithijau.blogspot.com
    4. Pohon Glodogan umumnya ditanam karena efektivitasnya dalam mengurangi polusi suara. Memiliki ciri-ciri Tinggi mencapai 5m, berbentuk seperti piramida simetris,daun berwarna glossy hijau dan memanjang. Malangkuhijau.weebly.com

    Sebenarnya masih banyak Pohon lagi di Semarang yang sering saya jumpai ditepi jalan, tetapi karena modem sudah diujung penghabisan, hanya bisa segini😀

    Menurut saya masih diperlukan banyak pohon peneduh di Kota Semarang, karena Populasi Kendaraan Bermotor dan Populasi bangunan yang menimbulkan Polusi udara tidak sebanding dengan Jumlah Pohon Peneduh, sehinggan Polusi Udara Bersih di Kota Semarang ini terasa masih sangat kurang.

    Hanifa Tyas Nabilah – XI TKBB

  3. Realino Deva P

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    1. Pohon Yang sering Saya dijumpai di jalan
    A. Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri,
    B. Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari katathekku (തേക്ക്) dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandisL.f.. Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm saat dewasa.
    C. Karet Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea brasiliensis. Tanaman ini merupakan sumber utama bahan tanaman karet alam dunia. . Getah yang mirip lateksjuga dapat diperoleh dari tanaman Castillaelastica family Moraceae.
    Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi, besar dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20 cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10 cm. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul.
    D. Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
    Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.

    2. Jalan yang sering saya lewati di sekitar rumah saya masih banyak pepohonan yang rindang, sehingga membuat nyaman saat melakukan pergi. Tapi ketika masuk di Jalan Raya jarang dijumpai pepohonan dan terasa panas sehingga perlu ditanami pohon agar menjadi sejuk dan membuat nyaman pengendara motor dan pejalan kaki.

  4. Yohan Surya Prasetya

    Pohon yang sering saya jumpai di tepi jalan adalah jenis Cemara, Angsana, dan Mahoni. Berikut adalah identifikasi dari jenis pohon tersebut :

    a) Cemara
    Suku cemara-cemaraan atau Casuarinaceae meliputi sekitar 70 jenis tetumbuhan. Sebagian besar suku ini terdapat di Belahan Bumi Selatan, terutama di wilayah tropis Dunia Lama, termasuk Indo-Malaysia, Australia, dan Kepulauan Pasifik. Cemara sendiri merupakan tetumbuhan hijau abadi yang sepintas lalu dapat disangka sebagai tusam karena rantingnya yang beruas pada dahan besar kelihatan seperti jarum, dan buahnya mirip runjung kecil. Namun kenyataannya pepohonan ini bukan termasuk Gymnospermae, sehingga mempunyai bunga, baik jantan maupun betina. Bunga betinanya nampak seperti berkas rambut, kecil dan kemerah-merahan.

    b) Angsana
    Angsana atau sonokembang (Pterocarpus indicus) adalah sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan). Kayunya keras, kemerah-merahan, dan cukup berat, yang dalam perdagangan dikelompokkan sebagai narra atau rosewood. Di pelbagai daerah, angsana dikenal dengan nama-nama yang mirip: asan (Aceh); sena, sona, hasona (Batak); angsana, babaksana (Betawi.); sana kembang (Jawa., Madura.). ligua (Ternate, Tidore, Halm.), linggua (Maluku) dan lain-lain. Sebutan di negara-negara yang lain, di antaranya: apalit (Filipina), pradu (Thailand), chan dêng (Laos), padauk, sena, ansanah(Burma), Malay padauk, red sandalwood, amboyna (bahasa Inggris), serta santal rouge, amboine (bahasa Perancis).

    c) Mahoni
    Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm.Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir. Kulitluar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan mengelupas setelah tua. Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan. Buahnya buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih, warnanya hitam atau cokelat. Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-ternpat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.

    Keberadaan pohon di tepi jalan sangat berguna karena dapat meningkatkan kualitas udara di kota-kota metropolitan. Seperti di Semarang yang udaranya sangat panas peran pohon di tepi jalan sangat membantu sebagai peneduh. Namun perlu di perhatikan, pohon-pohon yang sudah cukup tinggi bisa menggangu pengguna jalan. Seperti di jalan yang sering saya lewati, pohon yang cukup tinggi dan lebat hingga menutupi lampu penerangan di pinggir jalan. Sehingga pada malam hari penerangan berkurang akibat tertutup lebatnya pohon di tepi jalan. Selain itu, resiko pohon tumbang pada saat musim penghujan juga perlu diperhatikan. Sekian dan terima kasih.

  5. R.M PANJI SATRIA ASMARANDY NUGROHO

    Menjawab Pertanyaan Diatas yaitu” Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?” , Berikut adalah :
    1.Pohon Mangga
    2.Pohon Rambutan
    3.Pohon Jambu Monyet
    Dan
    4.Pohon Pisang
    Identifikasi jenis pohon diatas ,
    1.Pohon Mangga (Mempelam)
    Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
    Berasal dari kata Malayalam maanga.
    Batang mangga tegak, bercabang agak kuat; dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang, dengan diameter sampai 10 m. Kulit batangnya tebal dan kasar. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya coklat kelabu tua sampai hampir hitam. batang berbentuk silindris, percabangan simpodial, arah tumbuh batang tegak lurus dan arah tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada pula yang mendatar

    Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya menebal. Daun berbentuk memanjang, ujung daun dan pangkal daun runcing, daging daun coriaceus, tepi daun rata.
    2.Pohon Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
    Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan bersemi (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh. Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm.

    3.Pohon Jambu Monyet (Anacardium occidentale)
    Pohon berukuran sedang, tinggi sampai dengan 12 m, dengan tajuk melebar, sangat bercabang-cabang, dan selalu hijau. Tajuk bisa jadi tinggi dan menyempit, atau rendah dan melebar, bergantung pada kondisi lingkungannya.[2]
    Daun-daun terletak pada ujung ranting. Helai daun bertangkai, bundar telur terbalik, kebanyakan dengan pangkal meruncing dan ujung membundar, melekuk ke dalam, gundul, 8–22 × 5–13 cm.[3]
    Berumah satu (monoesis), bunga-bunga berkelamin campuran, terkumpul dalam sebuah malai rata berambut halus, lebar 15–25 cm. Kelopak berambut, 4–5 mm. Mahkota runcing, lk 1 cm, putih kemudian merah, berambut. Buah geluk berwarna coklat tua, membengkok, tinggi lk 3

    4.Pohon Pisang (Disambiguasi)
    Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium

    2 Kondisi Jalan disekitar Lingkungan saya berada
    Kondisi Jalan Yang saya sering lewati cenderung di area pertanian dan hanya beberapa Pohon Peneduh yang berada disekitar Jalan di Perumahan saya , serta beberapa tanaman Hias disekitar daerah Perumahan saya ,
    Kemudian Ketika keluar dari Perumahan Saya Masih Terdapat Pohon Peneduh yang sepertinya sudah lama tumbuh di daerah sekitar tersebut , selebihnnyan Lingkungan pada Saat ini memang membutuhkan Pohon Peneduh yang bermanfaaat Bagi Kehidupan yang Ada Di Bumi Tercinta kita ,

  6. A. Casuarinaceae
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    ?Casuarinaceae
    Casuarina (Casuarina equisetifolia)
    Casuarina (Casuarina equisetifolia)
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Fagales
    Famili: Casuarinaceae
    R.Br. dalam Flinders
    Genera

    Allocasuarina
    Casuarina
    Ceuthostoma
    Gymnostoma

    Suku cemara-cemaraan atau Casuarinaceae meliputi sekitar 70 jenis tetumbuhan. Sebagian besar suku ini terdapat di Belahan Bumi Selatan, terutama di wilayah tropis Dunia Lama, termasuk Indo-Malaysia, Australia, dan Kepulauan Pasifik.

    Cemara sendiri merupakan tetumbuhan hijau abadi yang sepintas lalu dapat disangka sebagai tusam karena rantingnya yang beruas pada dahan besar kelihatan seperti jarum, dan buahnya mirip runjung kecil. Namun kenyataannya pepohonan ini bukan termasuk Gymnospermae, sehingga mempunyai bunga, baik jantan maupun betina. Bunga betinanya nampak seperti berkas rambut, kecil dan kemerah-merahan.

    Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.

    B. Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi.

    Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.

    – Jalan yang sering saya lewati sangatlah nyaman karena ada pohon beringin yg membuat jalan menjadi nyaman dan sejuk, walaupun kondisi jalan sangat membahayakan.

  7. andrian bagas pratama

    pohon yag sering saya jumpai di jalan adalah pohon glodogan. hampir semua pohon-pohonan yang ditanam di tepi jalan di semarang kota adalah pohon glodogan, selain berguna untuk meneduhkan pohon ini juga menjadi pengindah pemandangan jalan dan juga dapat mengurangi polusi, tapi sekarang pohon terseebut manfaatnyanseperti tidak berpengaruh,karena makin banyaknya polusi yang di timbulkan oleh kendaraan-kendaraan yang begitu banyak.

    tetapi sejatinya pohon glodogan tidak terlalu membuat suasana jalanan menjadi rindang, karena dari bentuk pohon yang yidak melebar melainkan tumbuh meninggi ke atas .

    menurut saya jalan yang sering saya lewati ,sangat perlu sekali ditanami banyak pohon lagi . karena agar terwujud suasana yang sejuk di setiap jalan yang anda lewati.

    • Edwin Alghaffar Lubis

      Saya lebih tertarik untuk menanam tanaman jeruk nipis. Selai saya mampu memproduksi bibitnya secara cuma cuma dalam jumlah yang cukup banyak.. saya juga mendapatkan nilai ekonomisnya. Sudah 3 tahun ini saya dan warga Serdang Bedagai sumatera utara membudidayakannya hingga saat ini saya sudah menanam lebib dari 4000 batang.. dan saya akan terus berjuang hingga mampu menurunkan suhu udara di sumatera utara yang kian memanas..

  8. Yemima.Stella.Maris (Mima)

    Q :
    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh

    A :
    Berbagai pohon dengan keanekaragaman jenis sering mima jumpai karena lokasi tempat tinggal mima berada dikawasan palir raya  Pohon tersebut antara lain : Jati Tectona grandis L.f, Bambu bambusa sp, Pohon Rambutan, Pohon Durian, Pohon nangka, Terembesi, Pohon Jambu dan masih banyak lagi…
    Jarak antara tempat tinggal mima menuju jalan raya -/+ 3 km, Pada siang hari kota semarang terasa sangat panas, sehingga adanya pohon peneduh sangat menjadi berkat bagi mima dan pejalan kaki lainnya yang hendak melewati jalanan tersebut.
    Mima mengidentifikasi Pohon Jati karena daerah tempat tinggal mima lebih dominan dengan pohon Jatinya   
    Informasi mengenai Pohon Jati ini juga mima ambil dari berbagai sumber diantaranya : http://id.wikipedia.org/wiki/Jati dan http://beranda.miti.or.id/investasi-pohon-jati-sebagai-langkah-pengurangan-emisi-co2
    Selamat Membaca Tuhan memberkati ^^

    Pemanasan global merupakan isu hangat yang sering diperbincangkan oleh masyarakat global. Dalam laporan tahun 1995, selama beberapa abad terkahir telah terjadi peningkatan suhu sekitar 0,50C secara global dan memperkirakan suhu di bumi akan meningkat sekitar 200C lagi pada tahun 2100 (Edward dan Anderso n 1994). Salah satu faktor penyebab pemanasan global adalah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, terutama CO2. Pada tahun 1995, sebanyak 6,5 miliar ton karbon terlepas ke atmosfer sebagai CO2. Konsentrasi CO2 di atmosfer tahun 2012 adalah sekitar 360 ppm (atau 0,36%) padahal ambang batas konsentrasi CO2 yang diperbolehkan di atmosfer hanya 350 ppm dan diperkirakan akan terus meningkat (Yunus et al. 2006).
    Dalam rangka mitigasi perubahan iklim, diperlukan langkah-langkah dalam mengurangi faktor penyebab perubahan iklim tersebut. Salah satunya adalah dengan menjaga kelestarian hutan sebagai penyerap emisi CO2 di atmosfer. Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada tahun 2007, emisi CO2 yangberasal dari deforestasi dan degradasi hutan kurang lebih 17% emisi gas rumah kaca. Untuk itu diperlukan berbagai cara untuk mengurangi dampak deforestasi dan degradasi hutan tersebut. Salah satunya adalah program REDD+, yaitu pemberian insentif bagi negara-negara yang berhasil mengurangi emisi karbon dengan menekan tingkat kegiatan deforestasi dan degradasi hutan.
    Pemilihan pohon jati disebabkan oleh kemampuan mereduksi emisi CO2 pohon ini tergolong tinggi, semakin lama umur pohon tersebut maka semakin besar kemampuan mereduksi CO2 (Basuki et al. 2008). Selain itu kayu jati merupakan salah satu investasi yang umum dilakukan masyarakat yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan luasan area tanam yang tinggi, terutama di Pulau Jawa.
    Semakin banyak pohon jati dan semakin lama umurnya, maka pengurangan emisi CO2 di udara juga semakin tinggi. Pohon jati yang ditebang pada umur optimalnya juga dapat meningkatkan ukuran dan kualitas kayu sehingga harga kayunya juga terus meningkat setiap tahunnya dan dapat membantu permasalahan ekonomi masyarakat. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk meningkatkan investasi pohon jati,
    Mengapa Memilih Pohon Jati?
    kebakaran lahan mudah terjadi dan sebagian besar jenis pohon akan mati pada saat itu. Tidak demikian dengan jati. Pohon jati termasuk spesies pionir yang tahan kebakaran karena kulit kayunya tebal. Lagipula, buah jati mempunyai kulit tebal dan tempurung yang keras. Sampai batas-batas tertentu, jika terbakar, lembaga biji jati tidak rusak. Kerusakan tempurung biji jati justru memudahkan tunas jati untuk keluar pada saat musim hujan tiba.
    Guguran daun lebar dan rerantingan jati yang menutupi tanah melapuk secara lambat, sehingga menyulitkan tumbuhan lain berkembang. Guguran itu juga mendapat bahan bakar yang dapat memicu kebakaran —yang dapat dilalui oleh jati tetapi tidak oleh banyak jenis pohon lain. Demikianlah, kebakaran hutan yang tidak terlalu besar justru mengakibatkan proses pemurnian tegakan jati: biji jati terdorong untuk berkecambah, pada saat jenis-jenis pohon lain mati.

    Manfaat Jati
    Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.
    Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk kapal-kapal VOC yang melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel.
    Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir.
    Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah.
    Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.
    Daun jati dimanfaatkan secara tradisional di Jawa sebagai pembungkus, termasuk pembungkus makanan. Nasi yang dibungkus dengan daun jati terasa lebih nikmat. Contohnya adalah nasi jamblang yang terkenal dari daerah Jamblang, Cirebon.
    Daun jati juga banyak digunakan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pembungkus tempe.
    Berbagai jenis serangga hama jati juga sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan orang desa. Dua di antaranya adalah belalang jati (Jw. walang kayu), yang besar berwarna kecoklatan, dan ulat-jati (Endoclita). Ulat jati bahkan kerap dianggap makanan istimewa karena lezatnya. Ulat ini dikumpulkan menjelang musim hujan, di pagi hari ketika ulat-ulat itu bergelantungan turun dari pohon untuk mencari tempat untuk membentuk kepompong (Jw. ungkrung). Kepompong ulat jati pun turut dikumpulkan dan dimakan.
    Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan Myanmar.
    Menurut sifat-sifat kayunya, di Jawa orang mengenal beberapa jenis jati (Mahfudz dkk., t.t.):
    1. Jati lengo atau jati malam, memiliki kayu yang keras, berat, terasa halus bila diraba dan seperti mengandung minyak (Jw.: lengo, minyak; malam, lilin). Berwarna gelap, banyak berbercak dan bergaris.
    2. Jati sungu. Hitam, padat dan berat (Jw.: sungu, tanduk).
    3. Jati werut, dengan kayu yang keras dan serat berombak.
    4. Jati doreng, berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
    5. Jati kembang.
    6. Jati kapur, kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet.

  9. Christabella Putri Siregar (XI RPL 2)

    1. Beberapa jenis pohon yang sering saya jumpai di tepi jalan di daerah tempat tinggal saya (Bandarlampung), ada pohon yang menghasilkan buah, pohon peneduh, pohon penyerap racun udara dan tanaman sebagai hiasan jalan raya. Salah satu pohon yang saya ketahui dan ditanam di Sekolah Menengah Pertama saya adalah POHON TREMBESI.

    2. Pohon ini ditanam di tengah-tengan lokasi sekolah, dan disekitarnya dijadikan taman belajar. Pohon ini ditanam dengan harapan memberi kesejukan udara dan memberi kesan rindang di sekolah saya. Pohon ini besar, teduh dan tidak enaknya adalah banyak ulat bulu yang hidup disekitarnya. Berikut sedikit penjelasan tentang pohon trembesi…

    Peneduh
    Pohon yang punya nama latin Albizia saman ini bisa hidup sampai ratusan tahun, lho. Trembesi juga dapat tumbuh hingga mencapai 35 meter. Bentuknya yang berkanopi seperti payung kerap menjadi peneduh di halaman sebuah bangunan. Nggak heran kan, kalau kita lagi kunjungan wisata ke Istana Negara, suasananya begitu teduh dan asri.

    Penyerap Karbon Dioksida
    Trembesi mampu menyerap karbon dioksida lebih besar dibandingkan pohon lain. Menurut penelitian Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbondioksida setiap tahunnya. Penyerapan ini bahkan lebih banyak dari dua kali lipat dari bambu yang menyerap karbondioksida 12 ton per tahun. Apalagi, dibandingkan beringin yang “hanya” menyerap 500 kg karbondioksida per tahunnya. Pantas saja, pohon trembesi banyak ditanam di sepanjang jalan raya. Biar bisa langsung menyedot emisi karbondioksida dari kendaraan bermotor, tuh.

    Obat Herbal
    Biji trembesi berbentuk seperti kuaci. Selain bisa dijadikan snack, ternyata biji trembesi bisa menjadi obat pencuci perut. Caranya, cukup seduh biji trembesi dengan air panas sampai larut, lalu diminum saat hangat. Selain itu, ekstrak daunnya juga bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan mikrobakterium Tuberculosis, bakteri yang menyebabkan penyakit TBC.

    3. Menurut saya kondisi jalan yang sering saya lewati tidak akan sejuk dan bersih udaranya jika tidak ada pepohonan yang ditanam seperti sekarang. Jadi pohon-pohon rindang dan pohon penyerap racun udara juga masih dan sangat diperlukan untuk ditanam dipinggir jalan raya. Karena semakin hari semakin banyak kendaraan bermotor yang memenuhi kota kita.

    Sekian informasi dari saya dan sedikit kutipan dari : http://www.gadis.co.id/gaul/aksi/manfaat.si.pohon.trembesi/001/006/270
    Semoga dapat memberkati kita semua dan menjadi peringatan akan kita unutk tetap menjaga kondisi kesehatan lingkungan yang ada disekitar kita.  God bless You

  10. sofian simaremare

    pohon glodogan.Tanaman angsana yang mendominasi di wilayah jalan yang sering saya lewatisangat perlu ditanami pohon-pohon yang lebih banyak langi lainnya ternyata mempunyai kemampuan kecil dalam menyerap CO2 dengan baik kenanga (756,59), serta lainnya yang mempunyai kemampuan baik dalam menyerap CO2. Tetapi adanya angsana ini dimungkinkan mampu sebagai penjerap yang baik untuk Pb, dikarenakan Pb pada lokasi penelitian sangat kecil .

    di daerah jalan yang sering saya lewati memang sangat perlu sekali di tanami lebih banyak lagi pepohonan , karena jalan yang sering saya lewati sekarang semakin padat kendaraan ,yang akhirnya menyebabkan polusi udara yang begitu besar, sehingga sangat diperlukan pepohonan di jalan agar mengurangi tingkat polusi udara yang di sebabkan okeh asap kendaraan, salah satu pohon yang sering di tanam di tepi jalan adalah pohon glodogan. pohon glodogan memiliki ciri dentuk pohon yang khas yaaitu bentiknya yang meninggi panjang ke atas,tidak seperti pohon pohon lainnya yang bentuknya meninggi tapi melebar .selain sebagai pengurang polusi pepohonan yang di tanam di tepi jalan dapat membuat suasana jalan menjaddi pindang dan udara pun sejuk dan juga membuat pemandangan yang indah..

  11. Canny Christine - XI Multimedia / 6

    1. Sebenarnya banyak pohon yang saya sering jumpai di tepi jalan. Bahkan ada berbagai jenis pohon dengan manfaat yang berbeda-beda. Namun,menurut saya, Pohon yang Saya sering jumpai di tepi jalan ialah Pohon Tabebuia ( Ini saya temui di Surabaya ).
    2. Pohon Tabebuia hampir mirip seperti Pohon Sakura pada umumnya. Tabebuya atau Tabebuia kadang disebut Pohon terompet. Itu mungkin karena bentuk bunganya yang panjang dan mirip terompet sepertinya. Walau sekarang Tabebuia mudah ditemukan di negeri kita, namun aslinya bunga ini berasal dari Benua Amerika. Tabebuia, selain cantik, pohon ini juga bisa tumbuh tinggi, tahan segala cuaca, dan mudah perawatannya. Bunga dari pohon Tabebuia memiliki panjang 3 -11 cm, sementara Tabebuia argentea termasuk jenis pohon lindung berbunga yang setiap jenisnya memiliki tinggi yang berbeda-beda yang terkadang dapat tumbuh 5 meter hingga 25 meter. Ciri – ciri pohon ini yaitu tegak dan gugur. Sementara di saat pohon masih berdaun, kanopi pohon yang asimetris terdiri dari dua sampai tiga anggota cabang yang besar mengisi dengan banyak bunga kuning cerah. setiap spesies pohon Selain itu Tabebuia memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, pink muda, kuning, kuning ke-orange-an, magenta, pink tua, dan ada yang merah. Sekarang Tabebuia banyak ditanam sebagai pohon peneduh dan penghias taman kota. Pohon-pohon ini mudah ditemukan di tepi jalan, pom bensin, sekolah, kantor-kantor, dan halaman rumah. Kalau di Surabaya, pohon ini bersemi dan bermekaran di sepanjang jalan Embong Malang, Surabaya.
    3. Menurut saya, kondisi jalan yang saya lewati di Surabaya saya rasa sudah cukup baik, karena sudah mulai adanya kesadaran untuk menanam pohon di tepi jalan, terutama pohon peneduh. Namun, tentu masih sangat perlu pohon peneduh di lingkup Surabaya. Karena Pohon peneduh di Surabaya masih kurang. Kalau saya lihat sekarang, Surabaya sudah seperti kota yang di penuhi Bangunan jadi, mungkin di beberapa tempat masih perlu adanya pohon peneduh seperti Pohon Tabebuia.

    Sekian dan Terima Kasih. GBU 

  12. Sarah Ayuk Lestari

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?
    1. Beringin
    2. Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.
    3. Menurut saya, jalan yang sering saya lewati, khususnya di perkotaan masih gersang, dan masih memerlukan banyak pepohonan untuk merindangkannya.

  13. milka_elistiana

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    1.Dhadhap
    2. Pohon yang berukuran sedang, mencapai tinggi 15–20 m dan gemang 50–60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan; batang biasanya dengan duri-duri tempel kecil (1–2 mm) yang berwarna hitam.[2] Tajuknya serupa payung atau membulat renggang, menggugurkan daun di musim kemarau.

    Daun-daun dadap
    Daun majemuk beranak daun tiga, hijau hingga hijau muda, poros daun dengan tangkai panjang 10–40 cm. Anak daun bundar telur terbalik, segitiga, hingga bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul; anak daun ujung yang terbesar ukurannya, 9-25 × 10-30 cm.[3]
    Bunga-bunga tersusun dalam tandan berbentuk kerucut, di samping atau di ujung ranting yang gundul, biasanya muncul tatkala daun berguguran, menarik banyak burung berdatangan untuk menyerbukinya. Mahkota berwarna merah jingga hingga merah gelap; benderanya 5,5-8 × 8 cm, berkuku pendek, tidak bergaris putih.[3] Polong tebal dan berwarna gelap, menyempit di antara biji-biji, 15-20 cm × 1.5-2 cm, berisi 5-10 butir biji berbentuk telur, coklat,
    3. perlu,karena untuk penghijauan dan lapisan ozon tidak berlubang

  14. Agata Awanda Asri

    Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air. Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air.Buah mahoni mengandung flavonoid dan saponin.Buahnya dilaporkan dapat melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan memakai buah ini sebagai obat, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebasmencegah penyakit sampar, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah.
    Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, , Pohon Asam sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampai Panarukan. Sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua dalam pasar kayu. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak.
    Menurut saya:
    Tanaman bermanfaat memperbaiki kualitas udara melalui proses fotosintesis yang mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O2). Tanaman juga dapat menurunkan suhu udara di jalan raya.
    setiap satu hektar lahan hijau dapat mengubah 3,7 ton CO2 dari aktivitas manusia, pabrik, dan kendaraan bermotor menjadi dua ton O2 yang dibutuhkan manusia.

  15. khoirul anam xl jasa boga

    1 . sebenarnya banyak pohon yang ada di sekitar jalan antara lain mahoni,ketapang,glodagan,trembesi,kenanga,tanjung.ankasia,oleander,cemara. dan sebagainya,, di antara pohon pohon ini pasti berbeda manfaatnya kan di sini saya akan memilih pohon mahoni kenapa saya pilih pohon mahoni? karena saya sedikit tau tentang pohon mahoni dan juga di sekitar rumah – rumah ,jalan jalan yg banyak menanam pohon tersebut karena pohon tersebut dapat sebagai pohon pelindung dan juga menyerap polutan- polutan yang ada,

    2. Biasanya pohon yang sering saya jumpai di jalanan pada saat pepergian atau pada saat main biasanya antara lain:
    1.pohon mahoni (swietenia maha goni)
    pohon mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi mencapai 35 _ 20 meter dan diameter mencapai 125 cm batangnya rulus berbentuk silendris dan tidak berlendir .kulit berwarna coklat tua kehitaman beralur dangkal seperti sisik,sedangkan kulit berwarna abu-abu , kuning kecoklatan benang sari ketika masih muda,berubah menjadi coklat tuaberalur mengelupas setelah tua , mahoni biasanya berbunga setelah 7 bulan mahkota akan berbunga silendris kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putihkuning kecoklatan, buahnya buah kotak , bulat telur berlekuk lima warna coklat
    biasanya pohon mahonoi di tanam berguna untuk sebagai pelindung dan juga biasanya pohon mahonoi ini berasal dari hindia barat

    biasanya pohon mahoni ini memiliki banyak manfaat di antaranya sebagai berikut;
    pohon mahoni bisa menggurangi polusi udara sekitar 47%-69%. sehingga di sebut pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air .
    2. biasanya daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya sebaiknya dedaunan itu akan melepas oksigen(O2) yang membuat udara menjadi segar
    3. ketika hujan turun tanah dan akar akar pepohonan itu akan mengikat air yg jatuh sehingga menjadi cadangan air
    4. buah mahoni mengandung flavonid dan saponi.
    5. buahnya biasanya bisa untuk melancarkan peredaran darah dengan memakai buahnya sebagai obat
    6. dan juga bisa menggurangi kolestrol ,penimbunan lemak pada saluran darah dan bisa manggurangi pendarahan dan lembam,
    sehingga bertindak sebagai antioksidan untuk menyaring radikal bebas.

    3 . sangat sangat perlu karena dengan kita menanam pohon di pinggiran juga terutama pohon mahoni supaya bisa melindungi orang -orang atau pengendara yang sedang melawati jalan tersebut atau menggunakan jalan tersebut dan pohon mahoni bukan cuman bisa sebagai pohon pelindung aja tetapi dapat menggurangi polusi udara yang ada di sekitar,,

    dan kita juga perlu menanam pohon di pinggiran jalan supaya di lingkungan sekitar menjadi rindang ,segar dan nyaman untuk para penggendara maupun pejalan kaki dan juga menanam pohon bisa menggurangi terjadinya pemanasan gelobal yg semakin panas,..

    sekian terimakasih..

  16. duwi kristianni a.s

    Terminalia cattapa atau yang lebih kita kenal sebagai pohon Ketapang dapat tumbuh tinggi lebih dari 30 meter, umumnya tumbuh di dataran rendah. Pertumbuhan batang pohon Ketapang lurus ke atas (vertikal) sedangkan cabangnya tumbuh horisontal bertingkat-tingkat, pada pohon dewasa yang berdaun banyak akan menyerupai payung raksasa, oleh karena itu di Indonesia pohon Ketapang banyak difungsikan sebagai pohon peneduh. Bentuk daun Ketapang melebar di ujungnya dan lancip pada pangkalnya. Bunga Ketapang berukuran kecil, biasanya terletak pada ujung ranting.

    Pohon Ketapang dewasa dapat berbunga sepanjang tahun, karena itu ia disukai oleh serangga yang mengumpulkan madu, Serangga macam Kupu-kupu sering mencari makan sekaligus bertelur di pohon Ketapang, sehingga pada musim tertentu banyak ulat bulu di pohon Ketapang. Serangga juga berperan dalam membantu penyerbukan Ketapang. Buah Ketapang berbentuk mirip dengan biji Pete, daging buahnya tipis dan rasanya asam, kelelawar dan burung sering memakan buahnya. Sedangkan biji Ketapang yang mirip Almond rasanya sangat gurih, menurut saya rasa biji Ketapang lebih enak dibandingkan Almond. Di luar negeri biji Ketapang disebut sebagai Singapore Almond atau Indian Almond.
    http://jurnalagrikultur.wordpress.com/2013/07/11/ketapang-bermanfaat-untuk-ikan/2/

  17. Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    Jenis Pohon yang sering saya temui dalah pohon KERSEN :
    Pohon kersen namanya, di Jakarta lebih dikenal dengan nama pohon ceri atau talok. Pohon ini mempunyai beberapa nama di Negara lain seperti di Malaysia dikenal dengan nama kerukup siam, di Filipina dinamai datiles, aratiles, atau manzanitas. Di Spanyol dikenal dengan nama capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito, di Inggris disebut Jamaican cherry, Panama berry, atau Singapore cherry. Sedangkan nama latin pohon ini adalah Muntingia calabura L. Pohon kersen bukan jenis asli Indonesia, pohon ini berasal dari daerah Amerika latin seperti Meksiko selatan, Karibia, Amerika Tengah sampai ke Peru dan Bolivia, pada akhir abad-19 pohon kersen dibawa masuk ke Filipina, lalu dengan cepat menyebar di seluruh wilayah tropis Asia Tenggara baik itu dibawa oleh manusia maupun dibawa oleh hewan yang memakannya.

    Pohon kersen memang bukan pohon yang dapat tumbuh tinggi menjulang dan besar, maksimal hanya setinggi 12 meter, namun pohon ini memiliki tajuk yang lebar dan biasanya digunakan sebagai pohon peneduh jalan. Selain itu di beberapa tempat kayunya digunakan sebagai kayu bakar dikarenakan kayunya lunak dan mudah kering. Kulit kayunya yang mudah dikupas digunakan sebagai bahan tali dan kain pembalut. Daunnya juga dapat dijadikan semacam teh dan digunakan oleh masyarakat di Peru sebagai obat tradisional sakit kepala dan anti radang, di Indonesia secara tradisional buah kersen digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebanyak 9 butir 3 kali sehari hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat. Buah kersen sangat digemari di Meksiko, sehingga dijual dalam jumlah banyak di pasar-pasar tradisional, buah kersen bisa juga diawetkan dan dibuat selai seperti di Srilangka.

    Binatang-binatang ini turut serta membantu penyebaran biji pohon kersen ke berbagai tempat, karena biasanya burung Cabai Jawa maupun Merbah cerukcuk akan mengambil buah kersen kemudian diperas untuk mengambil isi yang ada di dalam buah tersebut, biji buah yang tidak tercerna di dalam perut akan terbuang bersama kotoran dan tumbuh di lokasi yang jauh dari pohon induknya. Sama halnya dengan kelelawar, biji buah yang tidak termakan menempel di badan kelelawar kemudian ketika kelelawar membersihkan diri biji tersebut jatuh ke tanah.

    Akibat dari perbuatan binatang-binatang tersebut biji kersen dapat tumbuh dimana-mana tergantung burung dan kelelawar membuangnya ke mana, bisa jadi tumbuh di selokan, tepi sungai, samping rumah dan karena jenis-jenis binatang pemakan buah ini juga merupakan binatang yang umum di perkotaan seperti kota Jakarta maka pohon kersen banyak ditemui disudut-sudut kota Jakarta dan menjadikan Pohon kersen sebagai salah satu tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia di daerah tropis.

    :: Menurut saya, jalan yang sering saya lewati itu masih gersang , seperti di ngaliyan😀 jadi kalo boleh usul dipinggir jalan seperti dingaliyan,DAN DIMANA sajaaaa yang jalannya masih gersang, di tanamin pohon supaya jalannya adem dikit hihihi:D

    Sekian dari JENET, terimakasih Tuhan Memberkati🙂

  18. INUMI SUKAN - XI RPL2 /11

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    Jenis Pohon yang saya temui yaitu:
    Batang lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm, meski ada pula yang lebih besar. Tajuk tidak rimbun.
    Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.
    Tongkol bunga dengan seludang (spatha) yang panjang dan mudah rontok, muncul dibawah daun, panjang lebih kurang 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap, sumbu ujung sampai panjang 35 cm, dengan 1 bunga betina pada pangkal, di atasnya dengan banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Bunga jantan panjang 4 mm, putih kuning; benang sari 6. Bunga betina panjang lebih kurang 1,5 cm, hijau; bakal buah beruang 1.
    Buah buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5 – 7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala.[2]

    Di Jawa, pinang tumbuh hingga ketinggian 1.400 m dpl.

    Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal sebagai betel nut. Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir dan kapur.

    Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline), yang sedikit banyak bersifat racun dan adiktif, dapat merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang di apotek biasa digunakan untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita. [3] Sementara itu, beberapa macam pinang bijinya menimbulkan rasa pening apabila dikunyah. Zat lain yang dikandung buah ini antara lain arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline dan beberapa unsur lainnya.

    Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.[1]
    Perkebunan pinang di Taiwan

    Akar pinang jenis pinang itam, di masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar.

    Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Meski kurang begitu awet, kayu pinang yang tua juga dimanfaatkan untuk bahan perkakas atau pagar. Batang pinang tua yang dibelah dan dibuang tengahnya digunakan untuk membuat talang atau saluran air.

    Pinang juga kerap ditanam, di luar maupun di dalam ruangan, sebagai pohon hias atau ornamental.
    Pinang sudah sangat lama menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Nusantara. Relief pada Candi Borobudur dan Candi Sukuh, keduanya berselisih sekitar delapan abad, menampilkan pohon pinang secara jelas. Di Bandar Udara Sentani, ada tanda larangan memakan buah pinang di bandara karena membuat masalah, yaitu bercak-bercak merah bekas ludah.

    Pinang juga menjadi bahan pepatah, yaitu:
    “ Bagai pinang dibelah dua ”
    Yakni perumpamaan yang sering digunakan untuk menunjukkan rupa atau perilaku yang mirip.

    Menurut saya :
    selain dari manfaat pohon pinang yang tertera diatas,pinagn ini juga bermamfaat bagi lingkungan agar manusia terlindungi dari bencana alam seperti banjir dll.Agar bumi kita menjadi hijau.GO GREEN IN THE WORLD.

    Sekian dari saya,GBU😀

  19. febi andriyani XI RPL1

    banyak pohan yang sering saya jumpai di pinggir jalan dan sekitar pekaranggan rumah Pohon tersebut antara lain : Jati Tectona grandis L.f, Bambu bambusa sp, Pohon Rambutan, Pohon Durian, Pohon nangka, Terembesi, Pohon Jambu dan masih banyak lagi…
    Jarak antara tempat tinggal saya menuju jalan raya -/+ 3 km, Pada siang hari kota semarang terasa sangat panas, sehingga adanya pohon peneduh sangat menjadi berkat bagi saya dan pejalan kaki lainnya yang hendak melewati jalanan tersebut.
    saya mengidentifikasi Pohon Jati karena daerah tempat tinggal saya lebih banyak pohon jati
    Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari katathekku (തേക്ക്) dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandisL.f.. Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm saat dewasa.

    menurut saya jalan menuju rumah yang sering saya lewati masih rindang dan banyak pohon yang masih hijau
    tetapi jalan yang sering saya lewati di kota sangat tidak memungkinkan untuk membangkitkan udara segar.

    Tanamlah tanamman hijau di sanjang kota

  20. Yumida Susanti - XI RPL 2

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    INI diaaaaaaa:
    1. SEJARAH SINGKAT JAMBU METE
    Jambu mete merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di antara sekian banyak negara produsen, Brasil, Kenya, dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye, di Lampung dijuluki gayu, di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede, di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet, di Bali jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki.

    2. JENIS TANAMAN JAMBU METE
    Jambu mete mempunyai puluhan varietas, di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan dan hijau.

    3. MANFAAT TANAMAN JAMBU METE
    Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan jem jambu mete. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Apabila terkena udara, cairan tersebut berubah menjadi hitam. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. Selain daya rekatnya baik, gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.

    Menurut saya :
    jalan yang saya lewati masih gersang, perlu penanaman pohon agar suasana lebih sejuk.
    Terimakasih, Tuhan Memberkati ;;)

  21. rut faot

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    Adapun jenis-jenis pohon yang biasa dijadikan sebagai pohon peneduh baik disepanjang jalan raya maupun di sekitar rumah :

    1. Pohon Tanjung. Meskipun batangnya tidak terlalu besar dan terlalu tinggi, namun pohon ini sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daunnya tidak mudah rontok, Rantingnya juga tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter , meskipun sangat jarang ditemui.
    2. Ketapang Kencana (terminalia mantaly). Pohon asal Madagaskar ini berwujud ramping, namun memiliki ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dijadikan sebagai peneduh halaman. Ketapang Kencana mampu tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 – 20 m dengan batang berdiri tegak dan rapi. Pohon ini juga memiliki ranting ramping yang tumbuh lurus. Daun-daun kecilnya juga subur bergerombol seperti membentuk payung sehingga bisa melindungi tanaman yang ada di bawahnya. Daun pohon ini berwarna hijau terang ketika berumur muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun tengah terjadi pergantian musim. Selain itu, pohon ini juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm.
    3. Pohon Beringin. Pohon beringin mempunyia filosofi kokoh kuat dan mengayomi. Beringin tidak tumbuh ke atas namun tumbuhnya melebar, mengembang dan terkadang kembali ke bawah menjuntai. Itulah mengapa sebabnya pohon beringin ini cocok dijadikan sebagai pohon peneduh. Tanaman beringin memiliki kemampuan sebagai tanaman konservasi mata air dan penguat lereng alami. Hal tersebut dapat dilihat dari struktur perakarannya yang dalam dan akar lateral yang mencengkeram tanah dengan baik. Beringin merupakan tanaman yang memiliki kemampuan hidup dan beradaptasi dengan bagus pada berbagai kondisi lingkungan. Beringin juga merupakan tanaman yang memiliki umur sangat tua, tanaman tersebut dapat hidup dalam waktu hingga ratusan tahun.
    4. Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia). Merupakan tumbuhan evergreen yang berasal dari India, umumnya ditanam karena keefektifannya dalam mengurangi polusi suara. Kenampakan pohon ini berupa piramida simetris dengan cabang seperti pendulum dan daun lanset dengan tepi bergelombang. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 30 kaki. Akar pada glodokan ini cukup menembus ke dalam, tidak dangkal, tetapi juga tidak menjalar dengan ekstensif yang bisa mengganggu struktur seperti trotoar, jalan dan bangunan di dekatnya. Sehingga selain terdapat di hutan kota, pohon ini biasa ditanam di sepanjang pinggiran jalan sebagai peneduh jalan. Habitat dari tanaman ini terdapat di Dataran rendah dengan tanah yang gembur.
    5. Pohon Mangga. Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Pada saat pertumbuhan, perlu bagi anda untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah.
    6. Pohon trembesi. Pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh jalan. Pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa pohon yang indah. Usia pohon trembesi bisa mencapai ratusan tahun. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Kesejukan itu juga disebabkan pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. pohon trembesi sanggup menyerap 28 ton gas karbon dioksida setiap tahunnya. Sehingga tidak heran jika disepanjang kini ditanami pohon trembesi.
    7. Pohon mahoni. Pohon ini cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh jalan karena mampu tumbuh hingga puluhan tahun, tidak mudah terkena hama atau penyakit, tidak mudah tumbang dengan struktur kayu yang kuat, tumbuh lurus ke atas dengaan tajuk tinggi di atas batas ketinggian kendaraan. Pohon mahoni selain untuk perindang jalan, sebenarnya dapat juga ditanam sebagai tanaman produksi, hal ini karena kayu pohon mahoni bernilai ekonomis yang sangat tinggi. Kayu pohon mahoni cukup keras, awet dan memiliki motif serta memiliki warna yang menarik.
    8. Pohon Kiara Payung yang mempunyai nama ilmiah Fellicium Decipiens, adalah pohon tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri biasa menyebutnya sebagai Japanese Fern Tree. Pohon ini sangat baik sebagai pohon peneduh di halaman rumah karena selain sangat rindang dan bertajuk luas. Kemampuan menyeap CO2 pun sangat bagus, tingginya dapat mencapai 11 meter, namun yang sering ditemui 4-8 meter saja.
    9. Pohon Angsana. Angsana atau yang dikenal dengan nama sonokembang (Pterocarpus indicus), merupakan salah satu pohon asli semenanjung Malaya yang banyak digunakan oleh manusia terutama bagian kayunya. Kayu dari pohon angsana ini memiliki nilai ekonomi yang baik dipasar dunia. Tanaman ini biasanya menghiasi pinggiran jalan raya sebagai pohon peneduh. Tinggi pohon Angsana bisa mencapai 40 meter dan gemang mencapai 350 cm.
    10. Pohon Asam Jawa. Tanaman asam jawa memang sangat baik pertumbuhannya didaerah yang memiliki iklim tropis, Tanaman ini di perkirakan berasal dari wilayah afrika timur, penyebarannya hingga asia tropis, karibia dan amerika latin. Di indonesia sendiri, tanaman ini sengaja ditanam untuk keperluan komoditi dan pohon peneduh. Dengan bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat, tanaman asem jawa segaja ditanam untuk memperindah lingkungan dan pohon peneduh di jalan-jalan kota dan jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan penghijauan dan untuk menahan angin, bisa juga digunakan untuk memperbaiki kawasan yang gersang dan tandus.
    ya;karena untuk penghijauan dan lapisan ozon tidak berlubang

  22. norlita tandi manda/x1mm/18

    Pohon pinus kegunaanya bermacam-macam, baik untuk kebutuhan perumahan maupun sebagai bahan baku industri. Dipandang dari segi hasil kita dapat melihat bahwa kayujenis ini menghasilkan manfaat ganda, selain perbaikan lingkungan, yang pertama kayunya dan kedua getahnyadan juga manfaatnya dipinggir jalan adalah membuat kita terasa sejuk dan terhindar dari panasnya sinar matahari baik buat para pejalan kaki maupun pengendara

    Pohon: Bisa mencapai 25 – 45 meter ketinggian dan diameter pohon hingga 1 meter.
    Warna Kayu: Kayu teras berwarna coklat kemerahan dan kayu gubal berwarna kuning keputihan. – See more at: http://www.tentangkayu.com/2008/06/kayu-pinus.html#sthash.kRFl8n7H.dpuf

    Ciri-ciri:
    +Tidak mempunyai bunga sejati,
    +Tidak ada
    mahkota bunganya
    +Bakal biji
    terdapat di luar permukaan
    +Tidak dilindungi oleh daun buah
    +Merupakan tumbuhan heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora
    berlainan
    +Megaspora membentuk
    gamet betina
    +Mikrospora menghasilkan serbuk
    sari
    +Struktur reproduksi terbentuk
    di dalam strobilus.
    +Dalam reproduksi terjadi pembuahan
    tunggal

  23. David Christian - XI RPL 1/4

    hm… jenis pohon yang sering saya jumpai adalah pohon Angsana (Pterocarpus indicus) atau dlm bahasa daerah saya(Batak) hasona.

    Angsana atau sonokembang (Pterocarpus indicus) adalah sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan). Kayunya keras, kemerah-merahan, dan cukup berat, yang dalam perdagangan dikelompokkan sebagai narra atau rosewood.

    ciri – ciri Angsana:
    Pohon, yang kadang-kadang menjadi raksasa rimba, tinggi hingga 40m dan gemang mencapai 350cm.
    Batang sering beralur atau berbonggol; biasanya dengan akar papan (banir). Tajuk lebat serupa kubah, dengan cabang-cabang yang merunduk hingga dekat tanah.
    Pepagan (kulit kayu) abu-abu kecoklatan, memecah atau serupa sisik halus, mengeluarkan getah bening kemerahan apabila dilukai.
    Daun majemuk menyirip gasal, panjang 12-30 cm. Anak daun 5-13, berseling pada poros daun, bundar telur hingga agak jorong, 6-10 × 4-5 cm, dengan pangkal bundar dan ujung meruncing, hijau terang, gundul, dan tipis.
    Bunga-bunga berkumpul dalam malai di ketiak, 9-15 cm panjangnya. Bunga berkelamin ganda, berwarna kuning dan berbau harum semerbak, berbilangan-5. Kelopak serupa lonceng, berdiameter 6mm, dua taju teratas lebih besar dan kadang-kadang menyatu. Mahkota lepas-lepas, berkuku, bendera bundar telur terbalik atau seperti sudip. Benang sari 10 helai, yang teratas lepas atau bersatu.
    Buah polong bundar pipih, dikelilingi sayap tipis seperti kertas, lk. 6cm diameternya, tidak memecah ketika masak. Biji 1-4 butir. Polong akan masak dalam waktu 4-6 bulan, berwarna kecoklatan ketika mengering. Bagian tengah polong gundul pada forma indicus dan berbulu sikat pada forma echinatus (Pers.) Rojo. Ada pula bentuk-bentuk antaranya
    icus)

    Menurut saya kondisi jalan saat ini masih membutuhkan pohon dan tanaman tumbuhan hijau, agar terwujud suasana yg sejuk dan nyaman.
    bila perlu Penuhi kota dengan Tumbuhan hija. Ganti SPANDUK CALEG dengan TUMBUHAN HIJAU.

    sekian informasi dari saya dan sedikit sumber dari :http://id.wikipedia.org/wiki/Angsana

    GO GREEN!!!!

  24. Yolanda Wijayanti / XI RPL 1

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?
    • Di tempat tinggal saya (Bandar Lampung) terutama di SMP saya banyak dijumpai pohon Glodokan tiang, pohon tersebut banyak tumbuh di tepi jalan menuju sekolah saya dan juga di tengah tengah sekolah, di sekeliling lapangan sekolah. Pohon ini memeberi efek teduh bagi lapangan sekolah, jadi ketika sudah lelah berolahraga kami pergi untuk beristirahat di bawah pohon glodokan tiang ini. Rasanyaaa adeeeem:D
    • Pohon yang memiliki nama ilmiah Polyalthia longifolia Sonn ini, sekilas mata terlihat seperti pohon cemara karena bentuk fisiknya yang besar, tinggi, dan membentuk piramida .
    Pohon ini memiliki tinggi yang bisa mencapai 25-30 m.
    Daunnya berbentuk lanset dengan tepi bergelombang.
    Daun berwarna glossy hijau dan memnajang
    Struktur akar menembus ke dalam, tidak menyebar.
    Pohon Glodokan tiang ini merupakan tumbuhan evergreen yang dapat hidup dengan baik walaupun diabwah terik matahari langsung sepanjang hari dan perawatannya cukup mudah.
    Tanaman yang sangat bagus karena fungsinya sebagai peredam suara dan penyerap polusi ini direfrensikan sebagai tanaman penghijauan untuk jalan raya, dengan cara perawatan yang mudah tanaman ini dapat tumbuh bagus dan daun yang hijau tidak mudah rontok walaupun terkena terik matahari sepanjang hari. Akar pada glodokan ini cukup menembus ke dalam, tidak dangkal, tetapi juga tidak menjalar dengan ekstensif yang bisa mengganggu struktur seperti trotoar, jalan dan bangunan di dekatnya. Sehingga selain terdapat di hutan kota, pohon ini biasa ditanam di sepanjang pinggiran jalan sebagai peneduh jalan.
    Bunga yang tumbuh berbentuk bintang dengan petal agak bergelombang. Warnanya hijau pucat. Segera setelah musim bunga, ia akan mengeluarkan buah yang berwarna kehitaman, berukuran sekitar 2 cm. Buah-buah itu biasanya disukai oleh kelelawar dan bajing terbang.
    Untuk mempercepat pertumbuhannya, tanaman harus dipindah dan ditanam di tanah. Pemindahan itu bisa dilakukan setelah tinggi tanaman minimal 30 cm. Selanjutnya, ia bisa ditanam sebagai tanaman tepi jalan kalau tingginya minimal telah mencapai 50 cm. Pada saat itu ia telah cukup kuat untuk menghadapi kondisi ekstrim tanah di tepi jalan itu.
    • Ya, sangat sangat perlu untuk terus menanamkan pohon peneduh di daerah saya, karena masih sangat gersang terlihat. Jika kota kita penuh dengan pohon peneduh, pasti terasa sejuk dan nyaman. Dan selain itu dapat mengurangi dampak polusi udara yang makin hari makin meningkat.
    Sumber: http://nahjoy.com/2014/03/09/tanaman-pohon-glodogan-tiang/
    Ya, demikian yang dapat saya bagikan. semoga bermanfaat dan jadi berkat buat yang membacanya. Terimakasih, God Bless You🙂

  25. Vivi Gea / XI MM

    Jenis-jenis pohon yang sering saya jumpai di daeerah tempat tinggal saya (NIAS):
    Pohon Karet (Hevea braziliensis)
    Tanaman karet adalah tanaman tahunan yang dapat tumbuh sampai umur 30 tahun.Tanaman ini tumbuh tinggi, besar dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20 cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10 cm. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul.
    Lebih lengkapnya, struktur botani tanaman karet ialah tersusun sebagai berikut (APP, 2008):
    Divisi : Spermatophyta
    Subdivisi : Angiospermae
    Kelas : Dicotyledonae
    Ordo : Euphorbiales
    Famili : Euphorbiaceae
    Genus : Hevea
    Spesies : Hevea braziliensis
    Tanaman karet memiliki sifat gugur daun sebagai respon tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kekurangan air/kemarau). Pada saat ini sebaiknya penggunaan stimulan dihindarkan. Daun ini akan tumbuh kembali pada awal musim hujan.
    Tanaman karet juga memiliki sistem perakaran yang ekstensif/menyebar cukup luas sehingga tanaman karet dapat tumbuh pada kondisi lahan yang kurang menguntungkan. Akar ini juga digunakan untuk menyeleksi klon-klon yang dapat digunakan sebagai batang bawah pada perbanyakan tanaman karet.
    Pohon Beringin (Ficus benjamin)
    Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.Pohon Beringin banyak tumbuh di daerah perairan seperti pinggiran sungai.Daun beringin berkhasiat sebagai obat sakit sawanan pada anak-anak. Untuk obat sawanan dipakai 100 gram daun beringin, dicuci dan direbus dengan 5 liter air selama 25 menit. Air rebusan setelah agak dingin digunakan untuk memandikan anak yang sedang sakit.
    Keladi Hitam (Alocasia Plumbea)
    Senthe Hitam yang mempunyai nama Latinnya Alocasia Plumbea merupakan tanaman asli Indonesia (p. Jawa). Tanaman ini mempunyai ciri-ciri batang dan daun bagian bawah berwarna coklat kehitaman/keunguan, daun bagian atas hijau keunguan, getahnya pun memiliki warna yang sama dengan batangnya/coklat kehitaman
    Tanaman ini merupakan tanaman liar yang hidup di pinggir pinggir sungai. Keberadaan tanaman ini dulunya tak banyak mendapatkan perhatian dari penduduk, karena umbinya tidak dapat di makan dan getahnya bila kena kulit akan terasa sangat gatal menggigit sekali. Kalau toh di gunakan oleh masyarakat hanya di taruh di pojokan pekarangan untuk menolak bala saja.
    Bila kita cermati tanaman Senthe ini memang cukup menarik. Batangnya kokoh sementara daunnya melebar. Tak seperti lainnya daun Senthe tumbuh tegak (vertikal) sehingga terkesan lebih gagah. Tepi daunnya bergelombang dan di seluruh permukaannya terdapat tekstur yang indah, ditopang dengan urat-urat daun yang menonjol. Tanaman ini selalu tumbuh dengan memiliki daun ganjil 3 atau 5 sangat unik.Begitulah tanaman yang dalam masyarakat Jawa terkenal dengan sebutan Senthe Hitam.Perawatan tanaman ini cukup mudah dan tahan terhadap segala cuaca panas maupun hujan. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 2 meter.

    Menurut saya, masih perlu untuk terus menanam pohon peneduh di sekitar lingkungan dimana saya tinggal untuk tetap menjaga udara segar dan jauh dari polusi.

    Sekian, dan terimkasih. Tuhan Yesus memberkati🙂

  26. ESTERLITA LAVENIA XI JB

    Adapun jenis-jenis pohon yang biasa dijadikan sebagai pohon peneduh baik disepanjang jalan raya maupun di sekitar rumah :

    1. Pohon Tanjung. Meskipun batangnya tidak terlalu besar dan terlalu tinggi, namun pohon ini sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daunnya tidak mudah rontok, Rantingnya juga tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter , meskipun sangat jarang ditemui.
    2. Ketapang Kencana (terminalia mantaly). Pohon asal Madagaskar ini berwujud ramping, namun memiliki ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dijadikan sebagai peneduh halaman. Ketapang Kencana mampu tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 – 20 m dengan batang berdiri tegak dan rapi. Pohon ini juga memiliki ranting ramping yang tumbuh lurus. Daun-daun kecilnya juga subur bergerombol seperti membentuk payung sehingga bisa melindungi tanaman yang ada di bawahnya. Daun pohon ini berwarna hijau terang ketika berumur muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun tengah terjadi pergantian musim. Selain itu, pohon ini juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm.
    3. Pohon Beringin. Pohon beringin mempunyia filosofi kokoh kuat dan mengayomi. Beringin tidak tumbuh ke atas namun tumbuhnya melebar, mengembang dan terkadang kembali ke bawah menjuntai. Itulah mengapa sebabnya pohon beringin ini cocok dijadikan sebagai pohon peneduh. Tanaman beringin memiliki kemampuan sebagai tanaman konservasi mata air dan penguat lereng alami. Hal tersebut dapat dilihat dari struktur perakarannya yang dalam dan akar lateral yang mencengkeram tanah dengan baik. Beringin merupakan tanaman yang memiliki kemampuan hidup dan beradaptasi dengan bagus pada berbagai kondisi lingkungan. Beringin juga merupakan tanaman yang memiliki umur sangat tua, tanaman tersebut dapat hidup dalam waktu hingga ratusan tahun.
    4. Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia). Merupakan tumbuhan evergreen yang berasal dari India, umumnya ditanam karena keefektifannya dalam mengurangi polusi suara. Kenampakan pohon ini berupa piramida simetris dengan cabang seperti pendulum dan daun lanset dengan tepi bergelombang. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 30 kaki. Akar pada glodokan ini cukup menembus ke dalam, tidak dangkal, tetapi juga tidak menjalar dengan ekstensif yang bisa mengganggu struktur seperti trotoar, jalan dan bangunan di dekatnya. Sehingga selain terdapat di hutan kota, pohon ini biasa ditanam di sepanjang pinggiran jalan sebagai peneduh jalan. Habitat dari tanaman ini terdapat di Dataran rendah dengan tanah yang gembur.
    5. Pohon Mangga. Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Pada saat pertumbuhan, perlu bagi anda untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah.

  27. Theresia Wahyu XI RPL 1

    1. Pohon trembesi. Pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh jalan. Pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa pohon yang indah. Usia pohon trembesi bisa mencapai ratusan tahun. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Kesejukan itu juga disebabkan pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. pohon trembesi sanggup menyerap 28 ton gas karbon dioksida setiap tahunnya. Sehingga tidak heran jika disepanjang kini ditanami pohon trembesi.
    2. Pohon mahoni. Pohon ini cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh jalan karena mampu tumbuh hingga puluhan tahun, tidak mudah terkena hama atau penyakit, tidak mudah tumbang dengan struktur kayu yang kuat, tumbuh lurus ke atas dengaan tajuk tinggi di atas batas ketinggian kendaraan. Pohon mahoni selain untuk perindang jalan, sebenarnya dapat juga ditanam sebagai tanaman produksi, hal ini karena kayu pohon mahoni bernilai ekonomis yang sangat tinggi. Kayu pohon mahoni cukup keras, awet dan memiliki motif serta memiliki warna yang menarik.
    3 Pohon Kiara Payung yang mempunyai nama ilmiah Fellicium Decipiens, adalah pohon tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri biasa menyebutnya sebagai Japanese Fern Tree. Pohon ini sangat baik sebagai pohon peneduh di halaman rumah karena selain sangat rindang dan bertajuk luas. Kemampuan menyeap CO2 pun sangat bagus, tingginya dapat mencapai 11 meter, namun yang sering ditemui 4-8 meter saja.
    4. Pohon Angsana. Angsana atau yang dikenal dengan nama sonokembang (Pterocarpus indicus), merupakan salah satu pohon asli semenanjung Malaya yang banyak digunakan oleh manusia terutama bagian kayunya. Kayu dari pohon angsana ini memiliki nilai ekonomi yang baik dipasar dunia. Tanaman ini biasanya menghiasi pinggiran jalan raya sebagai pohon peneduh. Tinggi pohon Angsana bisa mencapai 40 meter dan gemang mencapai 350 cm.
    5 Pohon Asam Jawa. Tanaman asam jawa memang sangat baik pertumbuhannya didaerah yang memiliki iklim tropis, Tanaman ini di perkirakan berasal dari wilayah afrika timur, penyebarannya hingga asia tropis, karibia dan amerika latin. Di indonesia sendiri, tanaman ini sengaja ditanam untuk keperluan komoditi dan pohon peneduh. Dengan bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat, tanaman asem jawa segaja ditanam untuk memperindah lingkungan dan pohon peneduh di jalan-jalan kota dan jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan penghijauan dan untuk menahan angin, bisa juga digunakan untuk memperbaiki kawasan yang gersang dan tandus.

  28. Kalau ditanya jenis pohon apa yang sering saya temui dipingir jalan ,tentu saja banyak sekali.
    Namun ditempat saya (Jepara) ,pohon yang sering saya lihat/temui dipinggir jalan yaitu pohon mangga ,pohon karet dan pohon randu. Itu berada didaerah yang masih dibilang pedesaan ,kalau diperkotaan disepanjang jalan pohon yang sering saya lihat adalah pohon glodogan.

    Mengidentifikasi beberapa pohon tsb:
    Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.

    Pohon karet pada pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan. Setelah percobaan berkali-kali yang dilakukan oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan. Sekarang Asia merupakan sumber karet alami.Lebih dari setengah karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton karet alami masih diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer. Tanaman karet berasal dari bahasa latin yang bernama Hevea brasiliensis. Tanaman ini merupakan sumber utama bahan tanaman karet alam dunia. Jauh sebelum tanaman karet ini dibudidayakan, penduduk asli di berbagai tempat seperti: Amerika, Asia dan Afrika Selatan menggunakan pohon lain yang juga menghasilkan getah. Getah yang mirip lateks juga dapat diperoleh dari tanaman Castillaelastica family Moraceae.

    Keduanya sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar,, yaitu sebagai tempat untuk berteduh, menghasilkan oksigen,menambah kesejukan dan tentunya untuk mencegah pula pemanasan global. Apa lagi kalau pohon karet,, tak jarang pada saat tertentu dijadikan masyarakat untuk berpiknik disitu, mengapa? Karena tempatnya yang adem/ sejuk cocok untuk tempat bersantai –santai ria, baik dengan keluarga, teman ataupun pacar.

    Dan menurut saya kondisi jalan yang sering saya lewati disana sekarang ini sudah mulai gersang karena ada sebuah perkebunan karet disana yang ditebangi semua karena ingin ditanami pohon karet yang baru,, dan karena itu selama ini kondisi jalannya kalau siang sangat panas dan anginnya pun cukup kencang karena tidak ada pohon yang menghalangi.
    Oleh karena itu,setiap jalan perlu ada pohon-pohon yang tumbuh sebagai peneduh termasuk juga ditempat saya disana (Jepara),selain lebih “adem/tidak panas” diwaktu siang hari ,udara akan lebih sejuk. Seperti halnya pohon karet disepanjang jalan ditempat saya sebelumnya,orang akan lebih nyaman melewati jalan tsb, karena udara nya yang sangat sejuk dan pohon itu juga bisa menahan angin yang sedikit kencang. Coba pohon karet tsb/pohon lainnya yang ada dijalan ditebangi, maka pada waktu siang hari akan terasa sangat panas/gersang , dengan anginnya yang lumayan kencang ketika kita bermotor rasanya ingin terbang kebawa angin , dan oksigen yang dihasilkan pun akan lebih sedikit.
    Hemm .., kalau seperti ini saya jadi kangen sama kampung halamanku.
    Oleh sebab itu cintailah lingkunganmu,, banyak pohon itu lebih baik,, supaya bumi kita selalu sehat.

    Sekian dari saya , dan sedikit kutipan dari:
    http://id.wikipedia.org/%wiki/Para_28pohon%29 dan http://id.wikipedia.org/wiki/Mangga

    Terima kasih … God Bless You 

  29. Pohon peneduh yang sering saya jumpai adalah:

    1. Beringin : Pohon peneduh yang banyak terdapat di alun-alun
    A. Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi.
    B. Klasifikasi ilmiah:
    Kerajaan: Plantae,
    Divisi: Magnoliophyta,
    Kelas: Magnoliophyta,
    Ordo: Urticales,
    Famili: Moraceae,
    Genus: Ficus,
    Spesies: F. Benjamina,
    Nama Binomial: Ficus Benjamina
    C. Dampak:
    Pohon beringin tumbuh dengan subur dan berdaun rindang sehingga lingkungan disekelilingnya menjadi sejuk dan jalan tampak hitam lembab

    2. Akasia : Pohon peneduh yang banyak terdapat di jalan dan taman kota.
    A. Akasia (pengucapan bahasa Inggris: [əˈkeɪʃə]) adalah genus dari semak-semak dan pohon yang termasuk dalam subfamiliMimosoideae dari famili Fabaceae, pertama kali diidentifikasi di Afrika oleh ahli botani Swedia Carl Linnaeus tahun 1773. Banyak spesies Akasia non-Australia yang cenderung berduri, sedangkan mayoritas Akasia Australia tidak. Akasia adalahtumbuhan polong, dengan getah dan daunnya biasanya mempunyai bantalan tannin dalam jumlah besar. Nama umum ini berasal dari ακακία (akakia), nama yang diberikan oleh dokter-ahli botani Yunani awal Pedanius Dioscorides (sekitar 40-90Masehi) untuk pohon obat A. nilotica dalam bukunya Materia Medica.[2] Nama ini berasal dari kata bahasa Yunani karena karakteristik tanaman Akasia yang berduri, ακις (akis, “duri”).[3] Nama spesies nilotica diberikan oleh Linnaeus dari jajaran pohon Akasia yang paling terkenal di sepanjang sungai Nil.
    Sampai dengan tahun 2005, ada diperkirakan sekitar 1.300 spesies akasia di seluruh dunia, sekitar 960 dari mereka adalah flora asli Australia, dengan sisanya tersebar di daerah tropis ke daerah hangat dan beriklim sedang dari kedua belahan bumi, termasuk Eropa, Afrika, Asia selatan, dan Amerika . Namun, genus ini kemudian dibagi menjadi lima, dengan namaAcacia hanya digunakan untuk spesies Australia, dan sebagian besar spesies di luar Australia dibagi menjadi Vachellia danSenegalia.
    B. Klasifikasi Ilmiah:
    Kerajaan: Plantae,
    Divisi: Magnopliphyta,
    Kelas: Magnoliophyta,
    Famili: Fabaceae,
    Upafamili: Mimosoideae,
    Bangsa: Acacieae,
    Genus: Acacia
    C. Dampak: Pohon akasia tumbuh rindang dengan membentuk kerucut atau piramid sehingga tidak terlalu berpengaruh pada lingkungan dan jalan yang ada disekitarnya sering retak karena akibat himpitan akarnya.

    3. MAHONI : Pohon peneduh disepanjang jalur Pantura
    A. Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm. [2]Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir.[2] Kulitluar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan mengelupas setelah tua.[2] Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan.[3] Buahnya buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih, warnanya hitam atau cokelat.[4] Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-ternpat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.[5] Tanaman yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai.
    Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air.[7] Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar.[7] Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air.[7] Buah mahoni mengandung flavonoid dansaponin[8]. Buahnya dilaporkan dapat melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan memakai buah ini sebagai obat, mengurangikolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas[8], mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah[9].

    Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, Pohon Asam, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampaiPanarukan. Sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua dalam pasar kayu. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak.
    B. Klasifikasi Ilmiah:
    Kerajaan: Plantae,
    Ordo: Sapindales,
    Famili: Meliaceae,
    Genus: Swietenia,
    Species: Macrophylla
    C. Dampak: Pohon ini tumbuh dengan cabang dan daun yang lebat sehingga membuat teduh lingkungannya, akarnya banyak membuat retak-retak tanah disekitarnya sehingga kadang kadang bahu jalan menjadi rusak dan jalan tampak kering serta mengkilap (bila musim kemarau).

    by; Epraviditus Petra Fellymata Basillea

  30. yvei tan (yvei sudarmo XI JB)

    Pohon Glodokan. Bukan jenis peneduh pinggir jalan, tapi banyak juga ditemukan terutama di rumah dan di halaman perkantoran.

    Pohon Angsana. Ini jenis peneduh jalan, kalo lagi berbunga cantik banget, karena warnanya kuning cerah. Biasanya berbunga di bulan Oktober – November (kalo gak salah:mrgreen: ).

    Pohon Tanjung.

    Pohon Kiara Payung. Ini juga salah satu jenis peneduh, bisa untuk jalan, bisa juga untuk halaman rumah. Bentuk daunnya cantik.

    Pohon pule merupakan sejenis pohon besar yang salah satu fungsinya sebagai pohon teduh. Batang pohonnya bisa mencapai tinggi sekitar 5 Meter dan diameter batang bisa mencapai 1 meter. Pohon pule memiliki daun hijau lebat. Pohon pule cocok ditanam untuk pada taman sebagai pohon peneduh, pohon pinggir jalan atau pohon dekat pagar.

    Pohon kenari

  31. RIFKA SETIYAWATI X1 MM

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    1.mahoni
    Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm. [2]Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir.[2] Kulit luar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan mengelupas setelah tua.[2] Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan.[3] Buahnya buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih, warnanya hitam atau cokelat.[4] Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-ternpat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.[5] Tanaman yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai.[6]

    2.Jalan yang sering saya lewati biasanya cenderung banyak polusi karna kurangnya pohon dan tumbuhan hijau untuk mengatasi adanya polusi udara yang ada di sekitar lingkungan.

    3. menurut saya masih sangat perlu adanya pohon peneduh karna pohon peneduh adalah pohon yang berfungsi sebagai paru – paru kota bahkan dunia, jadi peran pohon hijau dan pohon peneduh masih sangat di butuhkan untuk lingkungan maupun kehidupan yang ada.

  32. IDA NUGRAHANINGRUM/XI-TKBB

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?

    1.- pohon beringin, banyak dijumpai d tepi jalan. dengan besar, tinnggi antara 20-25 m.
    – pohon kayu putih,percabangan yang menggntung ke bawah daun tunggal, agak tebal, bertangkai pendek.
    – pohon kastuba.
    -pohon mindi kecil.
    -pohon bungur.
    2. Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. Kata “kapuk” atau “kapok” juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Juga disebut sebagai Ceiba, nama genusnya, yang merupakan simbol suci dalam mitologi bangsa Maya.
    3. kondisi jalan saat ini msih sangat memerlukan pohon lindung karena dengan pohon lindung akan dapat mengurangi dampak polusi akibat kendaraan yang melintas di jalan. karena pohonrangi kandungan CO2 ya afda di udara.

  33. siti maemunah/ XI-MM

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?
    1.Pohon mindi keecil
    pohon benalu
    pohon bungur kecil
    2. pohon ketapang,biasa ditanam untuk pohon peneduh d taman atau d pinggir jalan.
    3.kondisi jalan sangat perlu pohon peneduh karena dengan pohon peneduh dapat membantu mencegah polusi akibat kendaraan.

  34. 1. Pohon Tanjung. Meskipun batangnya tidak terlalu besar dan terlalu tinggi, namun pohon ini sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daunnya tidak mudah rontok, Rantingnya juga tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter , meskipun sangat jarang ditemui.
    2. Ketapang Kencana (terminalia mantaly). Pohon asal Madagaskar ini berwujud ramping, namun memiliki ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dijadikan sebagai peneduh halaman. Ketapang Kencana mampu tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 – 20 m dengan batang berdiri tegak dan rapi. Pohon ini juga memiliki ranting ramping yang tumbuh lurus. Daun-daun kecilnya juga subur bergerombol seperti membentuk payung sehingga bisa melindungi tanaman yang ada di bawahnya. Daun pohon ini berwarna hijau terang ketika berumur muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun tengah terjadi pergantian musim. Selain itu, pohon ini juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm.
    3. Pohon Beringin. Pohon beringin mempunyia filosofi kokoh kuat dan mengayomi. Beringin tidak tumbuh ke atas namun tumbuhnya melebar, mengembang dan terkadang kembali ke bawah menjuntai. Itulah mengapa sebabnya pohon beringin ini cocok dijadikan sebagai pohon peneduh. Tanaman beringin memiliki kemampuan sebagai tanaman konservasi mata air dan penguat lereng alami. Hal tersebut dapat dilihat dari struktur perakarannya yang dalam dan akar lateral yang mencengkeram tanah dengan baik. Beringin merupakan tanaman yang memiliki kemampuan hidup dan beradaptasi dengan bagus pada berbagai kondisi lingkungan. Beringin juga merupakan tanaman yang memiliki umur sangat tua, tanaman tersebut dapat hidup dalam waktu hingga ratusan tahun.
    4. Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia). Merupakan tumbuhan evergreen yang berasal dari India, umumnya ditanam karena keefektifannya dalam mengurangi polusi suara. Kenampakan pohon ini berupa piramida simetris dengan cabang seperti pendulum dan daun lanset dengan tepi bergelombang. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 30 kaki. Akar pada glodokan ini cukup menembus ke dalam, tidak dangkal, tetapi juga tidak menjalar dengan ekstensif yang bisa mengganggu struktur seperti trotoar, jalan dan bangunan di dekatnya. Sehingga selain terdapat di hutan kota, pohon ini biasa ditanam di sepanjang pinggiran jalan sebagai peneduh jalan. Habitat dari tanaman ini terdapat di Dataran rendah dengan tanah yang gembur.
    5. Pohon Mangga. Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Pada saat pertumbuhan, perlu bagi anda untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah.
    6. Pohon trembesi. Pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh jalan. Pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan dahannya sangat besar seperti raksasa pohon yang indah. Usia pohon trembesi bisa mencapai ratusan tahun. Naungan daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Kesejukan itu juga disebabkan pohon trembesi mampu menyerap gas karbon dioksida di udara. pohon trembesi sanggup menyerap 28 ton gas karbon dioksida setiap tahunnya. Sehingga tidak heran jika disepanjang kini ditanami pohon trembesi.
    7. Pohon mahoni. Pohon ini cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh jalan karena mampu tumbuh hingga puluhan tahun, tidak mudah terkena hama atau penyakit, tidak mudah tumbang dengan struktur kayu yang kuat, tumbuh lurus ke atas dengaan tajuk tinggi di atas batas ketinggian kendaraan. Pohon mahoni selain untuk perindang jalan, sebenarnya dapat juga ditanam sebagai tanaman produksi, hal ini karena kayu pohon mahoni bernilai ekonomis yang sangat tinggi. Kayu pohon mahoni cukup keras, awet dan memiliki motif serta memiliki warna yang menarik.
    8. Pohon Kiara Payung yang mempunyai nama ilmiah Fellicium Decipiens, adalah pohon tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri biasa menyebutnya sebagai Japanese Fern Tree. Pohon ini sangat baik sebagai pohon peneduh di halaman rumah karena selain sangat rindang dan bertajuk luas. Kemampuan menyeap CO2 pun sangat bagus, tingginya dapat mencapai 11 meter, namun yang sering ditemui 4-8 meter saja.
    9. Pohon Angsana. Angsana atau yang dikenal dengan nama sonokembang (Pterocarpus indicus), merupakan salah satu pohon asli semenanjung Malaya yang banyak digunakan oleh manusia terutama bagian kayunya. Kayu dari pohon angsana ini memiliki nilai ekonomi yang baik dipasar dunia. Tanaman ini biasanya menghiasi pinggiran jalan raya sebagai pohon peneduh. Tinggi pohon Angsana bisa mencapai 40 meter dan gemang mencapai 350 cm.
    10. Pohon Asam Jawa. Tanaman asam jawa memang sangat baik pertumbuhannya didaerah yang memiliki iklim tropis, Tanaman ini di perkirakan berasal dari wilayah afrika timur, penyebarannya hingga asia tropis, karibia dan amerika latin. Di indonesia sendiri, tanaman ini sengaja ditanam untuk keperluan komoditi dan pohon peneduh. Dengan bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat, tanaman asem jawa segaja ditanam untuk memperindah lingkungan dan pohon peneduh di jalan-jalan kota dan jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan penghijauan dan untuk menahan angin, bisa juga digunakan untuk memperbaiki kawasan yang gersang dan tandus.

    Itulah beberapa jenis pohon yang biasa di manfaatkan sebagai pohon peneduh baik di pekarangan rumah maupun di sepanjang jalan raya. Jika ingin memesan jenis bibit pohon peneduh di atas. Kami telah menyediakannya.

    Di daerah Ngaliyan masih diperlukan pohon peneduh karena terlalu panas pada siang hari walaupun sudah ada pohon tetapi masih kuran karena ukuran pohon yang masih kecil

  35. Pohon di pinggir jalan banyak manfaatnya selain untuk meneduhkan jalan yang panas juga menyerap kabondioksida. Namun tidak semua pohon cocok ditanam sebagai tanaman peneduh jalan karena beberapa faktor seperti merusak badan jalan atau trotoar. Mungkin sering kita saksikan trotoar jadi rusak dan badan jalan jadi bergelombang.
    Karakter Pohon untuk ditanam di pinggir jalan sebaiknya :
    1. Berakar tunggang yang masuk ke dalam tanah sehingga tidak merusak jalan atau trotoar.
    2. Batang dan dahan pohon juga harus tidak mudah roboh atau patah.
    3. Pohon bisa berumur panjang sehingga tidak mudah mati.

    Dari kriteria di atas Pohon Yang Baik untuk ditanam di pinggir jalan antara lain:
    – Asam Jawa (Tamarindus indica),
    – Pulai (Alstonia scholaris),
    – Kenari (Canarium sp),
    – Kepel (Stelechocarpus burahol), dan
    – Tanjung (Mimusops elengi).

    Saat ini yang paling banyak kita lihat adalah tanaman angsana, namun angsana tidak cocok sebenarnya sebagai peghijauan di pinggir jalan. Banyak Pemda yang mengganti Angsana dengan Trembesi namun cilakanya Trembesi juga tidak cocok sebagai tanaman pinggir jalan karena cabang dan dahan rapuh sehingga mudah patah, dan Akar trembesi juga merusak badan jalan. Ini sama saja dengan lepas dari mulut singa jatuh ke mulut Buaya hehe…. Tanaman Mahoni juga sering kita lihat di tanam di pinggir jalan, namun sebenarnya ada kekurangan dari mahoni yaitu daunnya besar bikin mampet got dan buahnya besar dan keras kalau kena kepala juga lumayan.
    Yang paling bagus adalah Tanaman Asam Jawa, batang besar tegak lurus, dan akar tidak muncul di permukaan (tak berbanir). Kalau anda lihat di jalan-jalan bekas peninggalan belanda banyak di tanama Pohon Asam dan masih hidup sampai sekarang jarang sekali ada yang tumbang.

  36. Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air.[7] Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar.[7] Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air.[7] Buah mahoni mengandung flavonoid dan saponin[8]. Buahnya dilaporkan dapat melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan memakai buah ini sebagai obat, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas[8], mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah[9].
    Mahoni sebagai peneduh jalan.

    Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, Pohon Asam, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampai Panarukan. Sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua dalam pasar kayu. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak

  37. 1.jenis pohon yang sering di jalanan!
    a.Akasia Mutiara =Acacia podalyriifolia
    ,Akasia Mutiara
    Acacia podalyriifolia A. Cunn. ex Don
    Sinonim
    Racosperma podalyriifolium (A.Cunn. ex Don) Pedley

    Nama umum
    Indonesia: Akasia mutiara
    Inggris: Pearl Acacia, Queensland silver wattle
    Acacia podalyriifolia
    Akasia Mutiara

    Klasifikasi
    Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
    Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
    Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
    Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
    Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Fabales
    Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
    Genus: Acacia
    Spesies: Acacia podalyriifolia A. Cunn. ex Don
    b.Akasia =Acacia auriculiformis
    ,Akasia
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    ?Akasia
    Acacia greggii
    Acacia greggii
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Fabales
    Famili: Fabaceae
    Upafamili: Mimosoideae
    Bangsa: Acacieae
    Genus: Acacia
    Mill.[1]
    Spesies

    Sekitar 1,300 spesies; lihat Daftar spesies Akasia

    Akasia (pengucapan bahasa Inggris: [əˈkeɪʃə]) adalah genus dari semak-semak dan pohon yang termasuk dalam subfamili Mimosoideae dari famili Fabaceae, pertama kali diidentifikasi di Afrika oleh ahli botani Swedia Carl Linnaeus tahun 1773. Banyak spesies Akasia non-Australia yang cenderung berduri, sedangkan mayoritas Akasia Australia tidak. Akasia adalah tumbuhan polong, dengan getah dan daunnya biasanya mempunyai bantalan tannin dalam jumlah besar. Nama umum ini berasal dari ακακία (akakia), nama yang diberikan oleh dokter-ahli botani Yunani awal Pedanius Dioscorides (sekitar 40-90 Masehi) untuk pohon obat A. nilotica dalam bukunya Materia Medica.[2] Nama ini berasal dari kata bahasa Yunani karena karakteristik tanaman Akasia yang berduri, ακις (akis, “duri”).[3] Nama spesies nilotica diberikan oleh Linnaeus dari jajaran pohon Akasia yang paling terkenal di sepanjang sungai Nil.

    Akasia juga dikenal sebagai pohon duri, dalam bahasa Inggris disebut whistling thorns (“duri bersiul “) atau Wattles,atau yellow-fever acacia (“akasia demam kuning”) dan umbrella acacias (“akasia payung”).

    Sampai dengan tahun 2005, ada diperkirakan sekitar 1.300 spesies akasia di seluruh dunia, sekitar 960 dari mereka adalah flora asli Australia, dengan sisanya tersebar di daerah tropis ke daerah hangat dan beriklim sedang dari kedua belahan bumi, termasuk Eropa, Afrika, Asia selatan, dan Amerika . Namun, genus ini kemudian dibagi menjadi lima, dengan nama Acacia hanya digunakan untuk spesies Australia, dan sebagian besar spesies di luar Australia dibagi menjadi Vachellia dan Senegalia.
    .
    c.Asam Jawa =Tamarindus indica
    ,Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di Facebook icon.svg Facebook dan Twitter.svg Twitter
    [tutup]
    Asam jawa
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    ?Asam Jawa
    Buah asam jawa di pohonnya
    Buah asam jawa di pohonnya
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Fabales
    Famili: Fabaceae
    Upafamili: Caesalpinioideae
    Bangsa: Detarieae
    Genus: Tamarindus
    Spesies: T. indica
    Nama binomial
    Tamarindus indica
    L.

    Asam jawa, asam atau asem adalah sejenis buah yang masam rasanya; biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan, misalnya pada sayur asam atau kadang-kadang kuah pempek.

    Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang bernama ilmiah Tamarindus indica, termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw., Sd.), acem (Md.), asang jawa, asang jawi (berbagai bahasa di Sulawesi) dan lain-lain[1]. Juga sampalok, kalamagi (Tagalog), magyee (Burma), ma-kham (Thai), khaam (Laos), khoua me (Kamboja), me, trai me (Vietnam), dan tamarind (Ingg.)[2]. Buah yang telah tua, sangat masak dan dikeringkan biasa disebut asem kawak.
    d.Bintaro=Cerbera odollam
    ,
    Bintaro yang ini adalah tumbuhan (pohon) bernama latin Cerbera manghas, bukan nama sebuah kelurahan di Jakarta Selatan. Tapi mungkin dari nama pohon inilah, nama kelurahan Bintaro berasal. Yang pasti tumbuhan ini banyak dijumpai di Jakarta sebagai pohon penghijauan.
    Bintaro yang banyak digunakan sebagai pohon penghijauan di berbagai tempat di Jakarta, pada tahun 2009 pernah membuat geger. Pasalnya buah, daun, dan getah pohon ini mengandung cerberin yang beracun.
    Pohon Bintaro sering disebut juga sebagai Mangga Laut, Buta Badak, Babuto, dan Kayu Gurita. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai Sea Mango Sedangkan dalam bahasa latin (ilmiah) Bintaro dinamai sebagai Cerbera manghas. Nama Bintaro juga sering disematkan kepada kerabat dekatnya yang bernama ilmiah Cerbera odollam. Kedua jenis tanaman ini memang mempunyai kemiripan dalam berbagai hal.
    Bintaro umumnya mempunyai tinggi 4-6 meter meskipun terkadang mampu mencapai 12 m. Daunnya berwarna hijau tua mengkilat berbentuk bulat telur. Bunga Bintaro berbau harum, terdiri atas lima petal dengan mahkota berbentuk terompet yang pangkalnya berwarna merah muda. Buah bintaro berbentuk bulat telur dengan panjang sekitar 5-10 cm. Ketika masih muda berwarna hijau pucat dan berubah menjadi merah cerah saat masak.
    Tanaman Bintaro tersebar luas di kawasan tropis indo fasifik termasuk Indonesia. Habitat aslinya adalah daerah pantai dan hutan mangrove (bakau). Namun kini Bintaro banyak ditanam sebagai pohon penghijauan penyerap karbondioksida (CO2).
    Bintaro Beracun Tapi Mengandung Biofuel. Hampir seluruh bagian tanaman Bintaro mengandung racun cerberin. Cerberin merupakan racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya pun dapat menyebabkan keracunan.
    Namun di balik racun yang dikandungnya, biji dari pohon ini ternyata dapat diekstrak menjadi minyak yang dapat digunakan sebagai energi alternatif (biofuel). Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mengembangkan minyak dari biji Bintaro (Cerbera manghas) menjadi energi alternatif. Minyak hasil ekstrak dari biji Bintaro terbukti dapat dimanfaatkan sebagai Bahan Bakar Nabati (biofuel).
    Meskipun beracun, dengan potensi yang dipunyainya baik sebagai tanaman penghijauan maupun sebagai penghasil biofuel, sepertinya bukan sikap bijak jika kita harus menjauhi dan memusnahkan tanaman ini. Toh, di sekitar kita banyak sekali tanaman-tanaman yang mengandung racun seperti Tuba, Tembakau, Zodia dan lain sebagainya. Di samping racun yang dikandung tumbuhan beracun tersebut pasti terdapat potensi yang menunggu untuk kita manfaatkan. Demikian juga Bintaro pohon penghijauan yang beracun ini.
    Klasifikasi ilmiah:
    Kerajaan : Plantae;
    Sub kerajaan : Tracheobionta;
    Super Divisi : Spermatophyta;
    Divisi : Magnoliophyta;
    Kelas : Magnoliopsida;
    Sub Kelas : Asteridae;
    Ordo : Gentianales;
    Famili : Apocynaceae;
    Genus : Cerbera;
    Spesies : Cerbera manghas L.

    2. ya, karena pemberian tanaman peneduh di kota/di jalan masih kurang,
    …jika banyak pepohnan maka akan menyebabkan sejuknya udara yang disebab kan penyuplai oksigen yang lebih, !

  38. S Darmen Simatupang / XI MM

    1.Yang sering saya jumpai dijalanan yaitu pohon karet, beringin, jati.
    2.Saya akan menjelaskan identefikasi jenis pohon karet, dibawah ini merupakan identifikasi dari pohon karet :
    Ciri-Ciri Morfologi Karet
    No. Bagian Tanaman Karet Ciri-ciri Morfologi
    1. Batang (umur 10 – 18 bulan) Ciri-ciri yang diamati adalah: keadaan pertumbuhan, ketegakan batang, dan bentuk batang.
    2. Kulit Batang (telah berwarna coklat) Ciri-ciri yang diamati adalah : corak kulit gabus, warna kulit gabus dan lenti sel.
    3. Mata (bakal tunas) Ciri-ciri yang diamati adalah : letak mata, dan bekas pangkal tangkai daun.
    4. Payung (kelompok daun) termuda Ciri-ciri yang diamati adalah : bentuk payung, ukuran payung, kerapatan payung, dan jarak antar payung.
    5. Tangkai Daun (payung ke dua dari atas) Ciri-ciri yang diamati adalah : posisi dan bentuk tangkai daun, ukuran besar, ukuran panjang, dan bentuk kaki.
    6. Anak Tangkai Daun (pada payung yang telah tumbuh sempurna) Ciri-ciri yang diamati adalah : posisi, bentuk, ukuran besar, ukuran panjang, dan sudut anak tangkai daun.
    7. Helai Daun Ciri-ciri yang diamati adalah : warna daun, kilauan, bentuk, tepi helai daun, penampang memanjang, penampang melintang, letak helai daun dan posisi daun tengah, kedudukan simetri helaian daun pinggir, ukuran daun, dan ekor daun.
    8. Ciri-ciri Khusus Pada dasarnya klon-klon karet tertentu kadang-kadang mempunyai ciri khusus, misalnya helaian daun tengah terpuntir.
    3.Menurut saya jalan yang sering saya lewati, sudah tidak perlu lagi tanaman peneduh, karena jalan yang sering saya lewati, sudah terlalu banyak pohon.

  39. Christian Dwi Cahya

    Halo🙂
    maaf kalau saya mengerjakannya terlambat pake sekali😀
    liburan kerjaannya main terus si –”
    ok langsung jawab ya miss🙂

    1. di daerah saya tinggal, sangat jarang sekali pohon peneduh atau pohon lindung yg ditanam di pinggiran jalan raya.. apalagi setelah erupsi gunung Kelud, kota Kediri tampak lebih panas 4x lipat dari suhu normalnya.. tapi untungnya ada bebrapa pohon mahoni yang masih kuat berdiri dan tumbuh besar.. berikut saya identifikasikan dari phon mahoni.

    2. Pohon Mahoni ditanam secara luas di daerah tropis untuk program reboisasi dan penghijauan. Manfaat lainnya dari pohon kayu mahoni ialah pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air. Ciri-ciri pohon Mahoni sendiri yaitu tinggi pohon mencapai 35-40 m, Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir, kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda. Manfaat Buah Mahoni diantaranya Mengobati penyakit sampar, Mencegah pembekuan darah, Menguatkan fungsi hati, dan lainnya.

    3. menurut saya sangat perlu sekali Kediri mengalami penghijauan kota, karena jujur panassss sekali kota saya tercinta ini😦 saya merasakan perbedaan suhu yang sangat ‘UNCONDITIONALLY’, coz jikalau panas, panas sekali, jikalu dingin, dingin sekali, apakah saudara juga mengharapkan perubahan ?? maka dari itu, pilih JOKOWI sebagai CAPRES tersbaik pada pemilu 2014 ini😀

    ganbatte🙂 God Bless Us🙂

  40. Maikel Wahyudi Boymau

    1. jenis pohon peneduh yang sering saya temui di jalan yang sering saya lewati adalah pohon: mahoni, karet, jati, beringin, dan masi banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu…
    2.saya akan memberikan identifikasi tentang pohon karet:
    Pohon Karet (Hevea braziliensis)
    Tanaman karet adalah tanaman tahunan yang dapat tumbuh sampai umur 30 tahun.Tanaman ini tumbuh tinggi, besar dan berbatang cukup besar, tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter. Tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi diatas. Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan nama lateks. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun. Panjang tangkai daun utama 3-20 cm. Panjang tangkai anak daun sekitar 3-10 cm. Anak daun berbentuk eliptis, memanjang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul.
    Lebih lengkapnya, struktur botani tanaman karet ialah tersusun sebagai berikut (APP, 2008):
    Divisi : Spermatophyta
    Subdivisi : Angiospermae
    Kelas : Dicotyledonae
    Ordo : Euphorbiales
    Famili : Euphorbiaceae
    Genus : Hevea
    Spesies : Hevea braziliensis
    3.menurut saya jalan yang sering saya lewati sudah tidak perlu lagi ditanami pohon peneduh karena sudah sangat teduh..

  41. Listiyaningsih XI RPL-2

    Pohon di pinggir jalan banyak manfaatnya selain untuk meneduhkan jalan yang panas juga menyerap kabondioksida. Namun tidak semua pohon cocok ditanam sebagai tanaman peneduh jalan karena beberapa faktor seperti merusak badan jalan atau trotoar. Mungkin sering kita saksikan trotoar jadi rusak dan badan jalan jadi bergelombang.
    Karakter Pohon untuk ditanam di pinggir jalan sebaiknya :
    1. Berakar tunggang yang masuk ke dalam tanah sehingga tidak merusak jalan atau trotoar.
    2. Batang dan dahan pohon juga harus tidak mudah roboh atau patah.
    3. Pohon bisa berumur panjang sehingga tidak mudah mati.

    Dari kriteria di atas Pohon Yang Baik untuk ditanam di pinggir jalan antara lain:
    – Asam Jawa (Tamarindus indica),
    – Pulai (Alstonia scholaris),
    – Kenari (Canarium sp),
    – Kepel (Stelechocarpus burahol), dan
    – Tanjung (Mimusops elengi).

    Saat ini yang paling banyak kita lihat adalah tanaman angsana, namun angsana tidak cocok sebenarnya sebagai peghijauan di pinggir jalan. Banyak Pemda yang mengganti Angsana dengan Trembesi namun cilakanya Trembesi juga tidak cocok sebagai tanaman pinggir jalan karena cabang dan dahan rapuh sehingga mudah patah, dan Akar trembesi juga merusak badan jalan. Ini sama saja dengan lepas dari mulut singa jatuh ke mulut Buaya hehe…. Tanaman Mahoni juga sering kita lihat di tanam di pinggir jalan, namun sebenarnya ada kekurangan dari mahoni yaitu daunnya besar bikin mampet got dan buahnya besar dan keras kalau kena kepala juga lumayan.
    Yang paling bagus adalah Tanaman Asam Jawa, batang besar tegak lurus, dan akar tidak muncul di permukaan (tak berbanir). Kalau anda lihat di jalan-jalan bekas peninggalan belanda banyak di tanama Pohon Asam dan masih hidup sampai sekarang jarang sekali ada yang tumbang.

  42. maaf, jika saya telat mengerjakannya..🙂 hehe..
    jenis pohon yang saya ketahui yaitu :
    1. Pohon mahoni
    2.Pohon karet
    3. Pohon cemara
    4. Pohon palem
    5. Pohon Kenanga
    6. Pohon bogenvil
    7. Pohon Teh-tehan pangkas
    8. Pohon Kembang sepatu
    Menurut saya, pohon peneduh yang ada di jalan kini mulai berkurang. Dan masih ada beberapa pohon-pohon besar yang masih bisa kita temukan seperti :
    -pohon asam, yang berada di pinggir jalan raya. jenis pohon yang besar dan dapat berbuah ini dapat kita temukan di sisi jalan yang berada di daerah Semarang. Karena, pohonnya yang besar dan memiliki cabang-cabang yang besar pula.buahnyapun juga dapat kita nikmati karena, pohon tersebut milik semua. udara yang sejuk di bawah pohon juga bermanfaat untuk berteduh ketika panas.
    -Hutan pohon karet, dulu ketika saya kecil sering bermain bersama teman-teman di hutan karet. karena, dekat dengan tempat tinggal saya. tapi kini, hutan tersebut seudah mulai menjadi pabrik-pabrik industri. pohon karet ini juga memiliki banyak manfaat, selain untuk tempat berteduh ketika panas. pohon karet juga dapat berbuah tetapi, buahnya sebagai bibit pohon karet dan tidak dapat dimakan.🙂 pohon karet ini juga dapat menghasilkan getah karet yang memiliki berbagai fungsi dan dapat memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain. ‘sangat bermanfaatkan.?’ hehe..🙂
    -pohon mahoni,selain pohon Asam/asem pohon mahoni juga sering kita temui di pinggir-pinggir jalan. pohon ini memiliki jenis daun yang lumayan panjang dan sedikit melengkung. pohon mahoni juga dapat berbuah, buah mahoni ini terasa pahit jika dirasakan dimulut.🙂 pohon ini juga dapat di gunakan untuk berteduh ketika panas.
    inilah beberapa pohon peneduh di jalan yang sering saya lewati.
    Bagaimana kondisi jalan yang sering di lewati, masih perlukah pohon peneduh?
    jawabannya masih perlu. karena, kini pohon-pohon peneduh yang ada di jalan sudah mulai berkurang. Dengan keadaan jaman yang mulai modern, kini banyak pohon-pohon ditebangi untuk dibangun bangunan rumah ataupun pabrik industri. Udara yang panas akan membuat dehidrasi, karena seharusnya ada pohon untuk berteduh dan untuk beristirahat. ketika hujan pohon peneduh ini juga bermanfaat untuk menyerap air agar air tidak meluap ke jalanan.
    kenapa masih diperlukan pohon peneduh.? karena, masih banyak juga pejalan kaki yang membutuhkan pohon peneduh ketika ia berjalan. Jadi, semoga kita tetap ingat untuk menghargai pohon. karena, pohon memiliki banyak manfaat.🙂

  43. yosua s amonangan :)

    1. pohon peneduh yang sering saya jumpai adalah : jati , mahoni , mangga dll.

    2. berikut adalah identifikasi dari pohon jati…
    Pohon besar dengan batang yang bulat lurus, tinggi total mencapai 40 m. Batang bebas cabang (clear bole) dapat mencapai 18-20 m. Pada hutan-hutan alam yang tidak terkelola ada pula individu jati yang berbatang bengkok-bengkok. Sementara varian jati blimbing memiliki batang yang berlekuk atau beralur dalam; dan jati pring (Jw., bambu) nampak seolah berbuku-buku seperti bambu. Kulit batang coklat kuning keabu-abuan, terpecah-pecah dangkal dalam alur memanjang batang.dan seringkali masyarakat indonesia salah mengartikan jati dengan tanaman jabon( antocephalus cadamba ) padahal mereka dari jenis yang berbeda.
    Pohon jati (Tectona grandis sp.) dapat tumbuh meraksasa selama ratusan tahun dengan ketinggian 40-45 meter dan diameter 1,8-2,4 meter. Namun, pohon jati rata-rata mencapai ketinggian 9-11 meter, dengan diameter 0,9-1,5 meter.
    Pohon jati yang dianggap baik adalah pohon yang bergaris lingkar besar, berbatang lurus, dan sedikit cabangnya. Kayu jati terbaik biasanya berasal dari pohon yang berumur lebih daripada 80 tahun.
    Daun umumnya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang sangat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, sekitar 60-70 cm × 80-100 cm; sedangkan pada pohon tua menyusut menjadi sekitar 15 × 20 cm. Berbulu halus dan mempunyai rambut kelenjar di permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan dan mengeluarkan getah berwarna merah darah apabila diremas. Ranting yang muda berpenampang segi empat, dan berbonggol di buku-bukunya.
    Bunga majemuk terletak dalam malai besar, 40 cm × 40 cm atau lebih besar, berisi ratusan kuntum bunga tersusun dalam anak payung menggarpu dan terletak di ujung ranting; jauh di puncak tajuk pohon. Taju mahkota 6-7 buah, keputih-putihan, 8 mm. Berumah satu.
    Buah berbentuk bulat agak gepeng, 0,5 – 2,5 cm, berambut kasar dengan inti tebal, berbiji 2-4, tetapi umumnya hanya satu yang tumbuh. Buah tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yang melembung menyerupai balon kecil. Nilai Rf pada daun jati sendiri sebesar 0,58-0,63.

    3. menurut saya sangat perlu untuk ditambah lagi pohon peneduh yang di tempatkan di sekitar daerah saya, karena untuk memasok kebutuhan oksigen banyak orang..

    terima kasih.. GBU🙂

  44. Fepiana Pamungkas XI RPL 1

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?\
    .
    Jawab :
    1. Pohon Tanjung (gambar di atas), meskipun batang yang tidak terlalu besar dan belum terlalu tinggi, namun sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daun tidak mudah rontok, Ranting tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter (data wikipedia), meskipun sangat jarang ditemui. Penulis pernah melihat pohon Tanjung yang sudah sangat besar di pintu utara / belakang ITB, jalan Dayang Sumbi, namun untuk bisa mencapai sebesar itu, pemiliknya mungkin sudah menjadi buyut, kebanyakan penulis menjumpai pohon ini setinggi 4-10 meter saja dan bertajuk lebar, berbeda dengan pohon angsana, mahoni, beringin yang bisa mencapai tinggi 30-40 meter, jadi sangat sesuai ditanam di halaman perumahan yang kecil.
    .
    2. Pohon Mangga, Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan saya karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak kepermukaan yang dapat merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Pada saat pertumbuhan, perlu bagi anda untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah. Usahakan memilih jenis pohon mangga lain seperti indramayu, manalagi atau lainnya. (Pengalaman pribadi).
    .
    Maaf iia bu telat sedikit🙂.

  45. Pohon yang sering saya jumpai ditepi jalan yaitu :
    1. Pohon Mangga
    2. Pohon Kersen atau talok
    3. Pohon karet
    Berikut adalah identifikasi tentang Pohon Mangga:
    Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
    Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
    Lebih jelasnya seperti berikut:
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Filum: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Sapindales
    Famili: Anacardiaceae
    Genus: Mangifera
    Spesies: M. indica

    Menurut saya, jalan yang sering saya lewati berkondisi panas dan kurang dengan tanaman jadi pohon peneduh sangat dibutuhkan di tepi jalan karena dapat mengurangi dampak polusi pada jalanan dan juga berguna sebagai peneduh saat panas..

  46. Sebelum mengawali coment ini marilah kita membaca Bismillahirahmannirrahhim🙂 , dan semoga nilai saya dan kita semua baik AMIN🙂
    Sebelumnya maaf apabila comentar saya terlalu panjang😀
    I LOVE YOU , PISS

    Menurut pengliatan mata saya, pohon yang sering saya jumpai di jalan dan sekitarnya yaitu :

    1. Pohon Jati (Tectona grandis)
    Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar, yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku (തേക്ക്) dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f.
    Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips yang lebar dan dapat mencapai 30 – 60 cm saat dewasa.
    Jati memiliki pertumbuhan yang lambat dengan germinasi rendah (biasanya kurang dari 50%) yang membuat proses propagasi secara alami menjadi sulit sehingga tidak cukup untuk menutupi permintaan atas kayu jati. Jati biasanya diproduksi secara konvensional dengan menggunakan biji. Akan tetapi produksi bibit dengan jumlah besar dalam waktu tertentu menjadi terbatas karena adanya lapisan luar biji yang keras. Beberapa alternatif telah dilakukan untuk mengatasi lapisan ini seperti merendam biji dalam air, memanaskan biji dengan api kecil atau pasir panas, serta menambahkan asam, basa, atau bakteri. Akan tetapi alternatif tersebut masih belum optimal untuk menghasilkan jati dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak.
    Umumnya, Jati yang sedang dalam proses pembibitan rentan terhadap beberapa penyakit antara lain leaf spot disease yang disebabkan oleh Phomopsis sp., Colletotrichum gloeosporioides, Alternaria sp., dan Curvularia sp., leaf rust yang disebabkan oleh Olivea tectonea, dan powdery mildew yang disebabkan oleh Uncinula tectonae.[5] Phomopsis sp. merupakan penginfeksi paling banyak, tercatat 95% bibit terkena infeksi pada tahun 1993-1994. Infeksi tersebut terjadi pada bibit yang berumur 2 – 8 bulan. Karakterisasi dari infeksi ini adalah adanya necrosis berwarna coklat muda pada pinggir daun yang kemudian secara bertahap menyebar ke pelepah, infeksi kemudian menyebar ke bagian atas daun, petiol, dan ujung batang yang mengakibatkan bagian daun dari batang tersebut mengalami kekeringan. Jika tidak disadari dan tidak dikontrol, infeksi dari Phomopsis sp. akan menyebar sampai ke seluruh bibit sehingga proses penanaman jati tidak bisa dilakukan.

    2. Pohon Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
    Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
    Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
    Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
    Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
    Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Sapindaceae
    Genus: Nephelium
    Spesies: Nephelium lappaceum L.
    Nephelium lappaceum L. berupa pohon dengan batang berkayu, batang berbentuk silindris, permukaan batang kasar, batang berwarna coklat dengan bercak-bercak putih, percabangan simpodial. arah tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh cabang ada yang condong ke atas ada yang mendatar.

    Daun Nephelium lappaceum L. merupakan daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus) dengan anak daun genap, yakni berjumlah 8 helai anak daun, berbentuk jorong. Daun Nephelium lappaceum L. merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai pendek (0,5-1cm) berbentuk silindris dan tidak menebal pada pangkalnya, tulang daun menyirip, , lebar daun 5,5 cm sampai 7 cm, panjang 9 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat (rotundatus) tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun tumpul (obtusus). Permukaan daun licin (laevis) kelihatan mengkilat (nitidus). Daging daun Nephelium lappaceum L. adalah seperti perkamen (perkamenteus).

    Manfaat Nephelium lappaceum L.:

    Rambutan merupakan sebagian tumbuhan yang banyak manfaat. Seluruh belahan dari tumbuhan ini, mulai kulit, daun, biji, hingga akar, bisa berguna menjadi obat. Bagian tumbuhan yang berguna: Kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya. Uraian kegunaannya ialah sebagai berikut:
    Kulit buah: Buat menangani disentri, demam
    Kulit kayu: Buat menangani sariawan
    Daun: Buat menangani diare dan menggelapkan rambut
    Akar: Buat menangani demam
    Biji: Buat menangani kencing manis (diabetes melitus)

    3. Pohon Sengon (Albizia chinensis)
    Pohon yang menggugurkan daun; berukuran sedang hingga tinggi, 30–45 m, dan gemang batangnya 70(–140) cm. Pepagan agak halus, di luarnya abu-abu gelap, dengan gigir-gigir melintang, berlentisel, tipis; pepagan bagian dalam setebal 5 mm, merah jambon. Ranting-ranting muda bersegi dan berambut.
    Daun-daun majemuk menyirip berganda, dengan 4–14 pasang sirip; tulang daun utama 10–25 cm, berambut, dengan kelenjar dekat pangkal tangkai daun dan pada pertemuan tulang sirip. Daun penumpu besar, bundar telur miring dengan pangkal yang setengah berbentuk jantung, seperti membran, dengan ekor di ujungnya; lekas rontok . Sirip-sirip 4–14 cm panjangnya, dengan 10–45 anak daun per sirip, duduk, berhadapan[3]. Anak daun memanjang sampai bentuk garis, dengan ujung runcing, miring, sisi bawah hijau biru, 6–13 × 1,5–4 mm, tulang daun tengah sangat dekat dengan tepi atas.
    Bunga majemuk berbentuk bongkol yang bertangkai, yang terkumpul lagi menjadi malai yang panjangnya 15–30 cm. Bongkol berisi 10–20 kuntum bunga. Bunga berbilangan-5; dengan kelopak bergigi, tinggi lk 4 mm, berambut; tabung mahkota bentuk corong, kuning hijau, tinggi lk 7 mm, berambut. Benang sari 10 atau lebih, panjang lk 3 cm, putih, di atas hijau, pangkalnya menyatu membentuk tabung, yang kurang lebih setinggi mahkota. Buah polong panjang 10–18 cm × 2–3,5 cm, tidak membuka, patah-patah tidak teratur. Biji pipih, jorong, 7 × 4–5 mm.

    4. Pohon Durian (Durio zibethinus Murr)
    Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 27 – 40 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, percabangan simpodial, bercabang banyak, arah mendatar. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), permukaan atas berwarna hijau tua – bawah cokelat kekuningan, bentuk jorong hingga lanset, panjang 6,5 – 25 cm, lebar 3 – 5 cm, ujung runcing, pangkal membulat (rotundatus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat (nitidus), permukaan bawah buram (opacus), tidak pernah meluruh, bagian bawah berlapis bulu halus berwarna cokelat kemerahan.
    Klasifikasi
    Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
    Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
    Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
    Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
    Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Malvales
    Famili: Bombaceae
    Genus: Durio
    Spesies: Durio zibethinus Murr

    5. Pohon Kelapa (Cocos nucifera)
    Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tuanya buah; embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk berkecambah (disebut kentos).
    Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Ia berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000 m dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, ia akan mengalami pelambatan pertumbuhan.

    6. Pohon Mangga (Mangifera indica).
    Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
    Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
    Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.
    Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh .

    Jadi menurut pendapat saya, pohon peneduh itu sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup yang membutuhkannya. Pohon peneduh tidak hanya untuk menghindari dari panas sinar matahari, ada juga yang bisa dimanfaatkan, contoh diambil buahnya. Pohon merupakan aset yang sangat penting bagi bumi karena pohon bertugas untuk menyerap gas Karbondioksida (CO2) yang sekarang ini menjadi permasalahan yang sangat serius, karena suhu udara di bumi saat ini memgalami peningkatan yang sangat derastis akibat “efek rumah kaca”. Jadi pohon itu sangat penting.

    AYO. . .! JAGA BUMI KITA😀 GO GREEN😀

  47. ~mungkin banyak pohon yang sering saya temui di tepi jalan, tetapi pohon yang saya ketahui pasti yaitu pohon angsana dan mahoni

    ~jenis pohon :
    1. Angsana (Pterocarpus Indicus)
    pohon ini memiliki akar papan, tajuk lebat serupa kubah dengan cabang-cabang yang merunduk hingga tanah. Jika pohon ini dilukai akan mengeluarkan getah bening kemerahan.
    sementara ciri fisiknya :
    Daun : bentk daun bulat telur memanjang, ujungnyameruncing
    Buah : berupa polong.

    2. Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni)
    setahu saya, pohon ini laku dijual karena kayunya untuk bahan mebel.
    pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47%-69% sehingga layak disebut pohon pelindung .
    ciri fisik:
    batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir
    kulit luar berwarna cokelat kehitaman.
    buahnya buat kotak, bulat telur, berlekuk lima

    ~apakah masih perlu ?
    untuk menjawab pertanyaan jalan yang sering saya lewati, hanya jalan menuju sekolah SMK Bagimu Negeriku yang sering saya lewati.
    Dikarenakan masih area pedesaan, masih banyak pepohonan di daerah ini. meskipun jenis pohon bukan berfungsi khusus penyerap polusi udara tetapi jumlahnya tergolong banyak. Ditambah lagi terdapat area perhutanan dan Pohon Karet.
    Sementara daerah perkotaan Semarang. Menurut saya sangat perlu karena jumlah pohon tidak sebanding dengan jumlah pengendara bermotor maupun bermobil…

    referensi : wikipedia

  48. ezra merrari n

    mohon maaf bu..baru malam ini ke warnet kwkwkwk
    Pohon Beringin. Pohon beringin mempunyia filosofi kokoh kuat . Beringin tidak tumbuh ke atas namun tumbuhnya melebar, mengembang . Itulah mengapa sebabnya pohon beringin ini cocok dijadikan sebagai pohon peneduh.. Hal tersebut dapat dilihat dari struktur perakarannya yang dalam dan akar lateral yang mencengkeram tanah dengan baik. Beringin merupakan tanaman yang memiliki kemampuan hidup dan beradaptasi dengan bagus pada berbagai kondisi lingkungan. Beringin juga merupakan tanaman yang memiliki umur sangat tua, tanaman tersebut dapat hidup dalam waktu hingga ratusan tahun.

    Pohon Mangga. Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah.

    Pohon Asam Jawa. Tanaman asam jawa memang sangat baik pertumbuhannya didaerah yang memiliki iklim tropis, Tanaman ini di perkirakan berasal dari wilayah afrika timur, penyebarannya hingga asia tropis, karibia dan amerika latin. Di indonesia sendiri, tanaman ini sengaja ditanam untuk keperluan komoditi dan pohon peneduh. Dengan bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat, tanaman asem jawa segaja ditanam untuk memperindah lingkungan dan pohon peneduh di jalan-jalan kota dan jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan penghijauan dan untuk menahan angin, bisa juga digunakan untuk memperbaiki kawasan yang gersang dan tandus.

    kalo pendapat saya,sangat dibutuhkan Bu
    karena lihat jalan sekarang yang penuh debu dan asap kendaraan bermotor membuat pernapasan saya terganggu..mungkin dengan adanya pohon-pohon ini sedikit mengurangi gas CO yang terkandung dalam asap kendaraan tadi Bu Dan keadaan di jalanpun saat musim panas sangat kering dan panas.Ini membuat pengendara bermotor juga merasa resah di jalan dan mengurangi kenyamanan berkendara

    jika dibandingkan dengan jalan di hutan karet di Galunggung rasanya sangat nyaman Bu,karena begitu banyak pohon yang mengelilingi jalan tersebut dan membuat udara di jalan sangat sejuk meskipun saat itu masih panas terik

    thanks..GBU

  49. Chris Merrari N

    kalau menurut saya tanaman yang dapat mengurangi polusi atau zat racun di jalan khususnya daerah kota itu tidak harus yang berwarna hijau,sebab setiap tanaman itu memiliki peran khusus untuk mengurangi zat berbahaya di udara. beriikut ulasannya..

    1. Pohon Dadap Merah

    Jenis tanaman ini sangat baik apabila ditanam di halaman terbuka, seperti di pekarangan rumah ataupun di pinggir jalan. Karena pohon dadap merah ini, bisa mendatangkan para burung, yang suka sekali menyantap buah si dadap merah.

    2. Pohon Kelengkeng

    Sebagian besar pasti tahu bagaimana nikmatnya rasa dari buah kelengkeng. Tetapi, ada beberapa fakta yang belum anda ketahui tentang buah khas Indonesia ini, yaitu pohon kelengkeng dapat meredam polusi suara. Inilah sebabnya pada suatu pabrik yang menggunakan genset, lebih baik menanam pohon ini untuk meredam suara bising yang dihasilkan oleh genset tersebut.

    3. Bungur dan Mahoni

    Pohon ini dikenal dengan manfaatnya yang dapat menyerap polutan udara seperti timbal. Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam di kota besar seperti Jakarta, serta di jalan protokol yang padat akan aktivitas lalu lintas.

    4. Bunga Warna-warni

    Tanaman satu ini bisa menyegarkan mata layaknya bunga berwarna-warni yang dapat mencerahkan pikiran kita. Bunga warna-warni sangat cocok apabila ditanam di rumah sakit agar mempercepat kesembuhan pasien.

    5. Lumut

    Jenis tumbuhan satu ini mempunyai manfaat dalam mendeteksi tingkat polusi di suatu daerah. Apabila suatu tempat semakin banyak ditumbuhi oleh tumbuhan ini, bearti semakin baik kualitas udara di tempat itu.

    6. Tanaman Sirih Belanda

    Jenis tanaman ini bisa tumbuh dimana saja, termasuk bisa ditanam dalam pot. Manfaat dari tanaman ini adalah mampu menyerap formaidehida serta benzene. Rumah pun akan terasa lebih segar, apabila tumbuhan ini ditanam di sekitar perkarangan rumah.

    7. Kembang Sepatu

    Kembang sepatu terkenal dengan bisa menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru menjadi bersih. Tetapi jangan pernah, menaruh tanaman ini berdekatan dengan ruang radiografi, karena tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi, sehingga sangat berbahaya apabila ditanam berdekatan dengan ruang radiografi.

    8. Sansevieria

    Kalau sebelumnya, kembang sepatu berfungsi untuk melanjutkan radiasi berbeda halnya dengan tanaman sansevieria yang mampun menyerap 107 jenis racun termasuk polusi udara.

    9. Pohon Trembesi

    Pohon satu ini mampu menyerap karbondioksida dalam skala yang besar, sehingga sangat danjurkan ditanam sebagai pohon penghijauan. Meskipun begitu, pohon ini membutuhkan lahan yang luas.

    nahh..itulah pohon” yang mungkin dapat ditanamkan dipinggir jalan untuk mengurangi zat” racun di udara…maturnuwun

  50. 1. Ki Hujan (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth)
    a. Sistematika
    Klasifikasi dari tumbuhan Ki Hujan Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth adalah :
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Fabales
    Famili: Fabaceae
    Upafamili: Mimosoideae
    Genus: Albizia
    Spesies:Albizia saman
    Habitus dari ki hujan adalah pohon yang memiliki tinggi sekitar rata-rata 30 – 40 m. Akar Berakar tunggang, batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman. Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip. Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman. Buah pohon hujan bentuknya panjang lurus agak melengkung, mempunyai panjang sekitar 10-20 cm, mempunyai lebar 1,5 – 2 cm dan tebal sekitar 0,6 cm. Buahnya berwarna cokelat kehitam-hitaman ketika buah tersebut masak. Bijinya tertanam dalam daging berwarna cokelat kemerahan sangat lengket dan manis berisi sekitar 5 – 25 biji dengan panjang 1,3 cm.
    Manfaat Pohon Ki Hujan banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, Pohon Trembesi banyak ditanam sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.

    2. Kembang merek (Caesalpinia pulcherrima)
    a. Sistematika
    Klasifikasi dari tumbuhan Kembang Merak (Caesalphinia pulcherima) adalah :
    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Fabales
    Famili: Caesalpiniaceae
    Genus: Caesalpinia
    Spesies: Caesalpinia pulcherrima (L.) Swartz
    Habitus dari kembang merak adalah perdu yang bisa mencapai tiga meter, berakar tunggang, batang berbentuk bulat dan lebar sehingga memiliki lingkaran tahun yang banyak, daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, ganda dua dengan 4-12 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang, ujungnya bulat, pangkal menyempit, tepi rata, permukaan tasnya berwarna hijau dan permukaan bawahnya berwarna kebiruan, panjang 1-3,5 cm sedangkan leber 0,5-15 cm, memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-50 cm dengan warna bunga merah dan kuning. Buahnya berbentuk buah polong, pipih, panjang 6-12 cm, lebar 1,5 cm berisi 18 buah dan biji tersebut bisa dikonsumsi. Buah yang sudah tua warnanya hitam.
    Manfaat bunga dari tumbuhan kembang merak dapat digunakan untuk mengobati menstruasi yang tidak lancar, mata merah, luka terpukul, memar, panas, kejang pada anak-anak dan lainnya. Sedangkan kulit kayunya digunakan untuk mengobati diare, kejang pada anak, dan lain-lain. Akarnya digunakan untuk mengobati demam, panas dan kejang pada anak-anak, dan daunnya bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, sariawan, demam, penyakit kulit. Buahnya digunakan untuk mengobati diare, disentri dan lain-lain.

  51. Pohon yang sering saya jumpai di tepi jalan yaitu Pohon beringin,
    berikut identifikasi pohon beringin:
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Beringin
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Urticales
    Famili: Moraceae
    Genus: Ficus
    Spesies: F. benjamina
    Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.
    Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi.
    Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.

    Menurut saya , kondisi jalan saat ini masih sangat memerlukan peran tumbuhan terutama pohon peneduh karena dapat bermanfaat sebagai pengikat karbondioksida dan sebagai peneduh..
    Jadi pohon peneduh sangat diperlukan ditepi jalan..

  52. Saya sering menemui pohon asem ditepi jalan,
    berikut identifikasinya:
    Asam jawa
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    ?Asam Jawa
    Buah asam jawa di pohonnya
    Buah asam jawa di pohonnya
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Fabales
    Famili: Fabaceae
    Upafamili: Caesalpinioideae
    Bangsa: Detarieae
    Genus: Tamarindus
    Spesies: T. indica
    Asam jawa, asam atau asem adalah sejenis buah yang masam rasanya; biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa atau penambah rasa asam dalam makanan, misalnya pada sayur asam atau kadang-kadang kuah pempek.
    Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang bernama ilmiah Tamarindus indica, termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam (Mly.), asem (Jw., Sd.), acem (Md.), asang jawa, asang jawi (berbagai bahasa di Sulawesi) dan lain-lain[1]. Juga sampalok, kalamagi (Tagalog), magyee (Burma), ma-kham (Thai), khaam (Laos), khoua me (Kamboja), me, trai me (Vietnam), dan tamarind (Ingg.)[2]. Buah yang telah tua, sangat masak dan dikeringkan biasa disebut asem kawak.

    Menurut saya pohon peneduh masih dibutuhkan, karena kondisi jalanan yang masih penuh dengan polusi udara jadi peran tumbuhan sangat dibutuhkan sebagai pengurang polusi udara..

  53. Vicky Agung Irwanda

    Jenis pohon apa sajakah yang sudah Anda ketahui dan sering jumpai di tepi jalan? Bisakah Anda mengidentifikasi jenis pohon peneduh di jalan yang Anda lewati? Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan yang sering Anda lewati, masih perlukah pohon peneduh?
    1. Pohon Trembesi
    pohon trembesi ini Nama latinnya pohon trembesi ini adalah Samanea Saman (Rain Tree). Pohon ini aslinya hidup di Amerika Selatan dan sekarang secara natural juga hidup dalam cuaca tropis. Secara natural bisa mencapai pertumbuhan sampai ketinggian 25 meter dan diameter 30 meter. Disebut Pohon Hujan (Rain Tree) karena air yang sering menetes dari tajuknya yang disebabkan kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Pohon ini memang diperuntukkan bagi ruang publik yang sangat luas seperti taman atau taman, halaman sekolah (jika masih ada halaman sekolah yang besar disini *meringis*) ataupun pekarangan rumah yang mempunyai area tanah yang sangat luas.Ciri pohon trembesi ini sangat mudah dikenali dari karakteristik dahan pohonnya yang akan membentuk seperti bentuk payung. Dan pohon trembesi ini akan tumbuh melebar melebihi ketinggian pohonnya (gak kebayang ademnya kalau ditanam di tengah lapangan Simpang Lima). Dinegara asalnya pohon ini dipergunakan sebagai pohon penyejuk di perkebunan maupun taman.

    2. Beringin
    Beringin (Ficus spp) adalah pohon yang memiliki nilai khusus bagi orang Timur, dikenal sebagai pohon kehidupan, simbol kekuasaan yang melindungi. Sampai saat ini, masih bisa disaksikan keberadaan sepasang pohon beringin kembar yang selalu menghiasi alun-alun di depan kraton atau rumah jabatan Bupati di Jawa. Persepsi budaya dan spiritualitas ketimuran terhadap beringin berakar dari peran (niche) ekologis beringin di alam. Arsitektur pohonnya yang besar, rimbun dan melebar, merupakan tempat yang nyaman untuk berlindung dan sekaligus lahan mencari makan bagi berbagai jenis burung dan mamalia. Tuhan menciptakan beringin sebagai lumbung makanan bagi berbagai jenis burung pemakan buah di hutan alam. Beringin merupakan sedikit dari pohon hutan yang mampu memproduksi buah dalam jumlah besar (hingga jutaan), masak dalam waktu yang cepat dan biasanya terjadi secara serempak. Saat musim buah tiba, suasana pagi hari di seputar pohon beringin begitu riuh-rendah oleh suara burung, layaknya sebuah pasar, ramai oleh lalu lintas burung yang hilir-mudik mengambil buah.

  54. Pohon yang sering saya jumpai di tepi jalan yaitu pohon rambutan,
    identifikasi pohon rambutan:
    Rambutan
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    ?Rambutan
    Rambutan
    Rambutan
    Status konservasi
    Status iucn2.3 LC.svg
    Risiko Rendah (IUCN 2.3)
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    (tidak termasuk) Eudicots
    (tidak termasuk) Rosids
    Ordo: Sapindales
    Famili: Sapindaceae
    Genus: Nephelium
    Spesies: N. lappaceum

    Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata “rambutan” berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut.
    Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia , Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka.

    Menurut saya dijalan sangat membutuhkan pohon peneduh karena dijalanan sering macet dan panas, dan apabila pengguna jalan lapar bisa memetik rambutan tersebut.

  55. saya biasa menjumpai pohon mahoni ditepi jalan,
    ini adalah identifikasi pohon mahoni:
    Mahoni
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    Mahoni
    Mahoni sebagai tanaman pelindung.
    Mahoni sebagai tanaman pelindung.
    Status konservasi
    Status iucn2.3 VU.svg
    Rentan (IUCN 2.3)
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    (tidak termasuk) Eudicots
    (tidak termasuk) Rosids
    Ordo: Sapindales
    Famili: Meliaceae
    Genus: Swietenia
    Spesies: S. macrophylla
    Nama binomial
    Swietenia macrophylla
    King
    Mahoni adalah anggota suku Meliaceae yang mencakup 50 genera dan 550 spesies tanaman kayu. [1]

    Menurut saya pohon peneduh masih dibutuhkan karena disemarang sangat panas jadi pohon mahoni bisa sebagai pohon peneduh saat panas..

  56. menutut saya banyak sekali pohon pohon yg dapat meneduhkan jalan contohnya:
    – Asam Jawa (Tamarindus indica),
    – Pulai (Alstonia scholaris),
    – Kenari (Canarium sp),
    – Kepel (Stelechocarpus burahol), dan
    – Tanjung (Mimusops elengi).
    ambil satu contoh aja deh pohon PULAI atau sering di sebut juga (alstonia scholaris)🙂
    Pohon PULAI adalah nama pohon dengan nama botani Alstonia scholaris. pohon ini dari jenis tanaman keras yang hidup di pulau Jawa dan Sumatra. Dikenal juga dengan nama lokal pule, kayu gabus, lame, lamo dan jelutung. kualitas kayunya tidak terlalu keras dan kurang disukai untuk bahan bangunan karena kayunya mudah melengkung jika lembap, tapi banyak digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga dari kayu dan ukiran serta patung. Pohon ini banyak digunakan untuk penghijauan karena daunnya hijau mengkilat, rimbun dan melebar ke samping sehingga memberikan kesejukan. Kulitnya digunakan untuk bahan baku obat. berkhasiat untuk mengobati penyakit radang tenggorokan dan lain-lain.
    Ciri-ciri dari pohon PULAI sendiri adalah :
    [1] Pohon pulai dapat mencapai tiggi 40 m. Daunnya hijau mengkilap dengan bagian bawah daun berwarna lebih pucat.
    [2] Daunnya menjari dengan jumlah tiga sampai sepuluh daun dan petiole sepanjang 3 cm. Bunganya mekar di bulan Oktober dan memiliki aroma yang harum. Biji dari pulai berbentuk oblong dan berambut.
    [3] Kulit kayunya tidak memiliki bau namun memiliki rasa yang sangat pahit, dengan getah yang cukup banyak.
    Pohon PULAI sendiri berasal dari negara berikut:
    * China: Guangxi, Yunnan
    * Sub benua India: India; Nepal; Sri Lanka; Pakistan; Bangladesh
    * Asia Tenggara: Kamboja; Myanmar; Thailand; Vietnam, Indonesia;Malaysia; Papua Nugini; Filipina
    * Australia: Queensland
    * Pasifik: Kepulauan Solomon
    mengapa kota memerlukan pohon peneduh? karena Penghijauan untuk suatu kota yang padat penduduknya akan sangat menolong orang disekitarnya meneduhkan jalan-jalan, maupun mengurangi pantulan jalan cahaya dari bangunan disekitarnya dan penyaring debu polusi udara yang dikeluarkan dari kendaraan-kendaraan, dan kebisingan yang ditimbulkan dari suara kendaraan dan suhu-suhu dari bangunan bertingkat yang banyak menggunakan kaca yang menyebabkan kenaikan suhu di lingkungan sekitar.
    Bagaimana kondisi jalan yang sering di lewati, masih perlukah pohon peneduh?
    masih karena masih banyak pohon pohon yg di tebang hanya untuk membangun bangunan bangunan. Dan masih banyak pula orang-orang yg memakai kendaraan bermotor, sehingga masi banyak polusi yg ada di bumi ini.🙂 tetap jaga kehijauan kota ini ya teman teman🙂 go green !!!

  57. Diah Ayu Apriliani

    Diah Ayu Apriliani
    Saya sering menjumpai pohon – pohon di daerah sekitar.
    1. Pohon Jati
    Pohon jati (Tectona Grandis sp.) Bisa tumbuh meraksasa sepanjang beberapa ratus th. Dengan ketinggian 40-45 mtr. Serta diameter 1, 8-2, 4 mtr.. Tetapi, pohon jati rata-rata meraih ketinggian 9 hingga 11 meter, dengan diameter 0, 9-1, 5 mtr..

    Pohon jati yang mana dianggap baik yaitu pohon yang bergaris lingkar besar, berbatang lurus, serta sedikit cabangnya. Kayu jati paling baik umumnya datang dari pohon yang berusia kian lebihpada 80 th..

    Daun biasanya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang amat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, lebih kurang 60-70 cm × 80-100 cm ; namun pada pohon tua berkurang jadi lebih kurang 15 × 20 cm. Berbulu halus serta memiliki rambut kelenjar di permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan serta mengeluarkan getah berwarna merah darah jika diremas. Ranting yang muda berpenampang sisi empat, serta berbonggol di buku-bukunya.

    Bunga majemuk terdapat didalam malai besar, 40 cm × 40 cm atau semakin besar, diisi beberapa ratus kuntum bunga tersusun didalam anak payung menggarpu serta terdapat di ujung ranting ; jauh di puncak tajuk pohon. Taju mahkota 6 hingga 7 buah, warnanya agak keputih-putihan, dan berukuran sekitar 8 mm. Berumah satu.

    Buah berupa bulat agak gepeng, 0, 5 – 2, 5 cm, memiliki rambut kasar dengan inti tidak tipis, berbiji 2-4, namun biasanya cuma satu yang akan tumbuh. Buah akan tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yang bentuknya melembung seperti balon kecil. Nilai rf yang dimiliki oleh daun jati yaitu sebesar 0, 58-0, 63.
    Klasifikasi Ilmiah Pohon Jati
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Lamiales
    Famili: Lamiaceae
    Genus: Tectona
    Spesies: T. grandis
    Nama binomial
    Tectona grandis Linn. f.

    2. Pohon Mahoni
    Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air.Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air. Buah mahoni mengandung flavonoid dan saponin[8]. Buahnya dilaporkan dapat melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan memakai buah ini sebagai obat, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas, mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah.
    Mahoni sebagai peneduh jalan.

    Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, Pohon Asam, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampai Panarukan. Sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua dalam pasar kayu. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak.

    3. Pohon bogenvil
    Nama ilmiah bugenvil adalah Bougainvillea glabra, termasuk dalam Devisi: Spermatophyta, Subdivisi: Angiospermae.

    Banyak yang salah kaprah tentang keberadaan bunga bugenvil. Warna-warni bugenvil kerap kita anggap sebagai bagian bunga bugenvil. Padahal warna-warni ini sebenarnya merupakan bagian daun penumpu yang berfungsi sebagai perhiasan bunga.

    Bagian bunga bugenvil sendiri sebenarnya berbentuk seperti tabung, ukuran kecil dengan panjang kurang lebih 2 cm dan biasanya berwarna putih. Bila tertarik,suatu waktu silahkan amati tanaman hias bugenvil!
    Yang jelas perhiasan bunga bugenvil memang menakjubkan dan membawa keberuntungan. Namun pastikan tanaman ini tidak ditanam di rumah tinggal. Karena suasana rumah tangga jadi ikut panas, penuh pertengkaran dan dijauhkan dari rejeki.

    Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/home-and-garden/2057963-bugenvil-tanaman-pengundang-keberuntungan/#ixzz2x4T4pVOW

  58. Dessy Wulan Sari (XI JB)

    Pohon di pinggir jalan banyak manfaatnya selain untuk meneduhkan jalan yang panas juga menyerap kabondioksida. Namun tidak semua pohon cocok ditanam sebagai tanaman peneduh jalan karena beberapa faktor seperti merusak badan jalan atau trotoar. Mungkin sering kita saksikan trotoar jadi rusak dan badan jalan jadi bergelombang.
    Karakter Pohon untuk ditanam di pinggir jalan sebaiknya :
    1. Berakar tunggang yang masuk ke dalam tanah sehingga tidak merusak jalan atau trotoar.
    2. Batang dan dahan pohon juga harus tidak mudah roboh atau patah.
    3. Pohon bisa berumur panjang sehingga tidak mudah mati.

    Dari kriteria di atas Pohon Yang Baik untuk ditanam di pinggir jalan antara lain:
    – Asam Jawa (Tamarindus indica),
    – Pulai (Alstonia scholaris),
    – Kenari (Canarium sp),
    – Kepel (Stelechocarpus burahol), dan
    – Tanjung (Mimusops elengi).

    Saat ini yang paling banyak kita lihat adalah tanaman angsana, namun angsana tidak cocok sebenarnya sebagai peghijauan di pinggir jalan. Banyak Pemda yang mengganti Angsana dengan Trembesi namun cilakanya Trembesi juga tidak cocok sebagai tanaman pinggir jalan karena cabang dan dahan rapuh sehingga mudah patah, dan Akar trembesi juga merusak badan jalan. Ini sama saja dengan lepas dari mulut singa jatuh ke mulut Buaya hehe…. Tanaman Mahoni juga sering kita lihat di tanam di pinggir jalan, namun sebenarnya ada kekurangan dari mahoni yaitu daunnya besar bikin mampet got dan buahnya besar dan keras kalau kena kepala juga lumayan.
    Yang paling bagus adalah Tanaman Asam Jawa, batang besar tegak lurus, dan akar tidak muncul di permukaan (tak berbanir). Kalau anda lihat di jalan-jalan bekas peninggalan belanda banyak di tanama Pohon Asam dan masih hidup sampai sekarang jarang sekali ada yang tumbang.

  59. Panji Laksono

    Pohon yang sering saya jumpai ditepi jalan yaitu :
    1. Pohon Mangga
    2. Pohon Kersen atau talok
    3. Pohon karet
    Berikut adalah identifikasi tentang Pohon Mangga:
    Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
    Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
    Lebih jelasnya seperti berikut:
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Filum: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Sapindales
    Famili: Anacardiaceae
    Genus: Mangifera
    Spesies: M. indica

    Menurut saya, jalan yang sering saya lewati berkondisi panas dan kurang dengan tanaman jadi pohon peneduh sangat dibutuhkan di tepi jalan karena dapat mengurangi dampak polusi pada jalanan dan juga berguna sebagai peneduh saat panas..

  60. Ping-balik: Tanaman Peningkat Kualitas Udara Perkotaan | Komunitas Pecinta Pengobatan Alami

  61. Pelestarian lingkungan sangat perlu diperhatikan terutama bagi anak-anak cucu kita, dimana adanya variasi tumbuhan yang dilindungi ( sebagai Tumbuhan kearifan lokal budaya/setempat ) juga berfungsi sebagai global warning ” Mencegah efek Rumah Kaca”, terutama konservasi hutan/tumbuhan kawasan pesisir pantai ( dalam suatu kasus tertentu ).menurut kami, saat sekarang belum ada satupun penelti mengamati /analisa Tabaman pengganti Maggrove ( Tumbuhsan Alternatif ) dan sebagai Konservasi hutan akibat terjadi pada Tumbuhan Mangrove sekitar 5% ( Yompa,Johan,2010) Yang dikaitkan dengan pengetahuan Budaya Tumbuhan Kearifan Lokal Daerah tertentu, Misalnya Kota Makassar. Inilah yang mendorong kami meneliti untuk menyusun disertasi kami di Program Teknmik Lingkungan, ITS Surabaya. Semoga kasus dan teori ini menjadi saran dan Rekomendasi Untuk Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Peneliti itu sendiri. Amieen…Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s