Arsip Bulanan: Februari 2013

Selamat datang Ginseng Jawa

Dua minggu lalu aku mendapatkan tanaman baru untuk ditanam di kebun. Sebutannya Ginseng Jawa atau Kolesom Jawa.

Sebelum melihat tanaman itu, aku hanya diberitahu namanya ginseng. Tentu saja aku berpikir tentang tanaman ginseng dari China yang dimanfaatkan akarnya untuk obat-obatan. Ternyata bukan. Itu tanaman yang aku lihat banyak terdapat di halaman rumah budheku di Jogja, tapi waktu itu aku tidak tahu namanya. Saudaraku pernah ambil daunnya buat dimasak.

Oleh rekan kerjaku, aku dibawakan beberapa batang. Cara menanamnya secara vegetatif dengan stek batang. Keesokan harinya aku bersihkan dulu batang ginseng dari daun-daunnya, kemudian aku tancapkan ke tanah dalam pot. Seminggu kemudian mulai muncul tunas daun kecil, dan hari ini tunas-tunas itu sudah menjadi daun-daun hijau. Cepat sekali tumbuhnya.

Ginseng Jawa ini mempunyai nama ilmiah Talinum fruticosum (L.) Juss. atau Talinum crassifolium (Jacq.) Willd. Berbeda dengan ginseng dari genus Panax yang hanya diambil akarnya untuk obat-obatan, Ginseng Jawa dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran. Daun ginseng kaya akan mineral dan protein, vitamin A, dan asam amino. Akarnya juga digunakan untuk ramuan obat.

Tinggalkan komentar

Filed under Kebun

Menengok Kebun

Senang sekali kalau sesuatu yang kita tanam sendiri akhirnya “berbuah manis”. Bukan hanya pohon buah-buahan, tapi juga sayur-sayuran.

Biji kacang panjang yang aku tanam sekitar 2,5 bulan yang lalu akhirnya menunjukkan hasil. Minggu lalu aku sudah melihat adanya bunga dan minggu ini sudah banyak kacang panjang yang keluar. Sepertinya tak lama lagi siap panen. Tepat sesuai perkiraan panen yaitu 3 – 4 bulan.

Hari ini aku juga melakukan perawatan pada sawi dan kangkung. Dua tanaman sawi aku pindahkan ke pot tersendiri karena mereka tumbuh berdempetan di kotak kayu. Dua minggu yang lalu aku sudah memindahkan satu tanaman sawi ke pot tersendiri, terpisah dari kawan-kawannya yang masih tumbuh di tempat penyemaian dari kotak kayu. Sawi dalam pot tampak tumbuh lebih segar. Mungkin karena terkena sinar matahari lebih banyak. Sedangkan sawi-sawi dalam kotak kayu tampak agak pucat. Demikian juga dengan kangkung yang sejak disemai selalu berada di tempat teduh, batangnya jadi panjang tetapi lemah. Jadi selama dua hari ini aku meletakkan tanaman sawi dan kangkungku di tempat terbuka yang bermandi sinar matahari.

Sayang sekali karena aku belum punya kamera, jadi tak bisa menyertakan gambar pohon kacang panjang, sawi, maupun kangkung. (Sedang menabung untuk beli kamera).

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Kebun