Berkebun Sayur dalam Pot

Bertanam sayuran dalam pot memiliki dua keuntungan. Bisa panen sayuran bersih, sehat, dan bergizi. Sekaligus suasana rumah jadi lebih hijau dan asri.

Kegiatan berkebun sayuran akan lebih seru dengan melibatkan keluarga. Apabila ada anak kecil dalam keluarga, kita bisa mengajak si kecil membantu kita menyiram tanaman. Berkebun adalah sarana yang sangat baik untuk mengasah kepekaan dan kecintaan anak terhadap lingkungan hidup, karena ia akan mengamati secara langsung bagaimana cara kerja alam.

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, mereka ingin melakukan segalanya sendiri apalagi jika diizinkan bermain tanah. Tak perlu yang rumit-rumit. Yang penting di sini adalah membangkitkan rasa ketertarikan mereka terhadap tanaman dan kegiatan berkebun.

Ada bermacam-macam jenis sayuran yang dapat ditanam di pot pekarangan rumah. Misalnya bayam, kangkung, daun bawang, sawi hijau (caisim), dan cabai rawit. Kita harus tahu mana jenis sayuran yang cocok ditanam dalam pot di rumah kita. Bila kondisi lingkungan cukup panas, sebaiknya pilih jenis sayuran untuk daerah panas, seperti selada, seledri, bawang daun, bayam, kangkung, dan terong.

Benih sayuran bisa diperoleh di toko-toko pertanian. Biasanya benih tersebut dibungkus dalam sachet. Sebelum membeli, sebaiknya periksa dahulu tanggal kedaluwarsa benih. Ini berkaitan dengan daya berkecambahnya, apakah masih memungkinkan ditanam atau sudah tertinggal.

Benih sayuran kemudian disemai di dalam pot yang sudah diisi media tanam seperti tanah, pupuk kandang, dan kompos. Dasar pot dibuat berlubang-lubang agar air yang berlebih dapat cepat terbuang. Lalu, kotak diisi dengan campuran tanah subur, pasir, dan pupuk organik (1:1:1), hingga ketinggian 15 cm.

Sehari sebelum benih ditebar, pot tempat persemaian disiram hingga cukup basah. Buat alur-alur dangkal dengan telunjuk. Kedalaman alur 1 cm dan jarak antar-alur 5 cm. Setelah itu, benih pun siap ditebarkan merata dalam setiap alur. Tutup dengan tanah tipis dan disiram lagi agar kelembapan tanah dapat dipertahankan. Nah, tak sampai seminggu, benih-benih sayuran pun akan berkecambah, lalu menjadi bibit.

Pemeliharaan sayuran dalam pot boleh dibilang lebih gampang, karena lingkungan sekitar tanaman mudah dikendalikan. Misalnya jika ada sayuran yang nyaris layu, segera disiram dan sayuran pun akan kembali segar. Penyiraman cukup dilakukan sekali sehari, bisa pagi atau sore. Saat musim kemarau, boleh disiram pagi dan sore.

Jangan lupa, lakukan pemupukan. Tanaman sayuran memang cukup sensitif terhadap hama. Untuk mengatasinya, sebaiknya hama itu dikendalikan secara manual, misalnya diambil lalu dimatikan. Usahakan tidak memakai pestisida karena pada dasarnya lingkungannya juga terbatas, yakni hanya dalam pot. Dengan cara ini, maka sayuran yang ditanam akan lebih segar dan sehat.

(disunting dari Flona Edisi 113/VIII Mei 2012)

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s