Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang

Students Action On Climate Change atau bisa disingkat SAOCC merupakan program tahunan dari Pecinta Alam SMA Negeri 8 (PASMAPAN) Semarang yang melibatkan para siswa dari SMP dan SMA di kota Semarang. Pada tahun 2014 ini SAOCC diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya dan untuk yang kedua kalinya SMK Bagimu Negeriku turut berpartisipasi dengan mengirimkan lima siswa. Kegiatan utama dalam SAOCC adalah penanaman bibit mangrove.

Hari Jumat, 14 Nopember 2014 dilaksanakan penyuluhan mengenai mangrove dengan pembicara dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan LSM Prenjak. Danny Yustiniadi dari BLH Kabupaten Semarang menyampaikan materi mengenai sampah pantai dan berbagai upaya yang telah dan masih dilakukan untuk mengatasi abrasi di daerah pesisir Semarang. Arifin dari Prenjak menyampaikan materi mengenai pengertian mangrove dan teknik penanamannya. Penyuluhan seperti ini bagus sekali untuk memberikan pengetahuan bagi para peserta agar memahami pentingnya pelestarian kawasan pesisir.

Apel Pembukaan SAOCC III

Apel Pembukaan SAOCC III

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Artikel

Panen Bawang Merah

image

Ini dia hasil panen bawang merahku :D
Dari 4 siung jadi sebanyak itu. Senangnya. Langsung deh tanam 5 siung lagi.
Masih ada sederet yang sedang tumbuh dan beberapa yang baru muncul daun. Panen berkelanjutan nih :D
Ayo mandiri pangan!

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Bibit-bibit mungil

image

Menyemai benih itu mudah. Sangat mudah. Kita tahu yang paling dibutuhkan biji-biji mungil itu agar berkecambah adalah air.
Jadi, pertama-tama siapkan dulu tempat untuk menyemainya. Kalau aku menggunakan botol plastik bekas air mineral. Beri tanah secukupnya ke dalam wadah itu, lalu percikkan air hingga tanah cukup basah. Aku tidak melubangi bagian bawah wadah karena aku tidak akan menyiramkan banyak air.
Setelah itu, aku membuat lubang-lubang kecil dengan jarak sekitar 1 – 2 cm. Biji sawi dan tomat aku masukkan ke dalam lubang, lalu aku tutup lagi. Wadah penyemaian aku letakkan di tempat teduh yang terkena sinar matahari tak langsung, membuat mereka cukup lembab, tapi cukup terang agar tidak tumbuh jamur.
Penting sekali untuk melihat keadaan mereka setiap hari. Tanah harus dijaga agar tetap basah karena biji-biji mungil itu terus menyerap air. Mereka belum butuh sinar matahari, jadi jangan letakkan di tempat panas karena akan membuat tanah cepat kering.
Jadi, dua hari kemudian aku sudah bisa melihat sawi-sawi mungil yang sedang berjuang muncul di permukaan :D Benih tomat agak lama, sekitar lima hari baru mereka mau muncul.
Nah, setelah mereka punya daun, bolehlah jemur di luar sebentar. Sebentar aja ya. Aku membiarkan mereka berfotosintesis ria sekitar satu jam. Kadang setengah jam, takut kelupaan, bisa-bisa kering nanti >.<
Gampang kan menyemai benih :D

Tinggalkan komentar

Filed under Kebun

Kangkung dan bawang merah

image

Akhirnya hujan turun sehingga bawang merah yang aku tanam di antara kangkung mau bertumbuh juga :) Sayangnya bawang putih belum menunjukkan tanda-tanda akan bertumbuh :(

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Mengenal Tanaman yang Berjasa Meningkatkan Kualitas Udara Perkotaan

Hari libur pasti sangat menyenangkan. Apalagi selama hampir tiga bulan telah berkutat dengan tugas dan ulangan yang tiada henti. Liburan kali ini bukan sekadar liburan, khususnya untuk anak-anak kelas X dan XI SMK Bagimu Negeriku, karena harus diisi juga dengan belajar di rumah, mengingat kakak-kakak kelas XII juga sedang berjuang menghadapi Ujian Sekolah. Memang sih, tidak seketat belajar di sekolah dan bisa atur waktu sendiri kapan mau belajar atau mengerjakan tugas, kapan mau tidur saja seharian :p. Justru di situlah kemampuan manajemen waktu perlu diasah supaya tidak keterusan bersantai-santai, mumpung libur lumayan panjang.

Nah, kali ini saya menemukan materi yang sangat menarik, khususnya bagi Anda yang kelas XI, untuk mendukung pengetahuan tentang polusi udara dan penanganannya. Kelas X juga boleh ikut belajar kok :)

Saat masih kuliah, saya pernah membaca di majalah yang diterbitkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta mengenai berbagai jenis pohon yang cocok dijadikan pohon peneduh di tepi jalan. Sayangnya, saya tidak bisa mengingat semua jenis pohon itu. Lalu, setelah mencari-cari lewat Google, akhirnya ketemu juga beberapa referensi yang tepat. Referensi berupa jurnal ini berjudul “Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang” (silakan klik untuk mengunduh jurnal).

Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin (spark ignition engine) menyumbang 70% karbon monoksida (CO), 100% plumbum (Pb), 60% hidrokarbon (HC), dan 60% oksida nitrogen (NOx). Bahkan, beberapa daerah yang tinggi kepadatan lalu lintasnya menunjukkan bahan pencemar seperti Pb, ozon (O3), dan CO telah melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Hasil penelitian pada Juni-Agustus 2011 menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Dari 5 stasiun penelitian, 3 stasiun yaitu: Kalibanteng (20.610 ppm), Pemuda (17.175 ppm) dan Setyabudi (15.343 ppm) menunjukkan kadar CO di atas ambang batas yang sudah ditentukan (15.000 ppm). Pendapat ini sesuai dengan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Emisi Sumber Bergerak KLH, Ade Palguna di Semarang. Kondisi pencemaran di kota Semarang sudah parah yang secara angka mencapai 70 sampai 80%. Selain Kota Semarang ada lagi 26 kota metropolitan yang mendapatkan perhatian serius KLH.

Untuk mengurangi semakin tingginya bahan pencemar yang dihasilkan kendaraan bermotor, perlu adanya pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan
kendaraan bermotor. Pohon sering disebut sebagai paru-paru kota. Sejumlah pohon berdaun lebar diyakini dapat menjerap bahan-bahan pencemar udara. Sel-sel daun berfungsi menangkap karbondioksida dan timbal untuk kemudian diolah dalam sistem fotosintesis.

Tanaman peneduh merupakan tanaman yang ditanam sebagai tanaman penghijauan. Selain berhijau daun, pemilihan jenis tanaman penghijauan seyogyanya juga mempertimbangkan fungsinya sebagai peneduh yang dapat memperbaiki iklim mikro, dan juga dapat berfungsi sebagai barrier/penahan terhadap penyebaran polusi udara dari kendaraan. Adapun tanaman peneduh yang ditanam di pinggir jalan raya selain berfungsi sebagai penyerap unsur pencemar secara kimiawi, juga berfungsi sebagai peredam suara baik kualitatif maupun kuantitatif.

Baca lebih lanjut

60 Komentar

Filed under Artikel

Memandang Kebun

Akhir-akhir ini banyak sekali kesibukan. Sudah berbulan-bulan tidak mengurus kebun lagi. Sedihnyaaa… Walaupun masih banyak tanaman yang tumbuh di kebun, kalau tidak turun tangan sendiri itu rasanya gimanaaa gitu.

Ginseng Jawa masih ada, tumbuh dengan subur. Tadinya aku tanam dalam pot di teras. Karena sudah semakin banyak, dipindahkan oleh Ayahanda ke drum bekas yang dialihfungsikan menjadi pot raksasa setinggi lutut (gak ukur tingginya). Ceplukan sudah tidak ada karena batangnya rusak. Huwaaaa…. TT____TT Hanya bisa berharap akan tumbuh lagi secara liar karena aku tidak pungut bijinya.

Ayahanda juga hobi menanam. Beliau menanam biji-biji pepaya yang dulu aku beli saat bazaar di gereja (pepayanya yang aku beli, bukan bijinya). Rasa pepayanya mantap!

Selain itu, ada juga mangga madu. Ayahanda pernah dapat kiriman satu dus mangga madu plus alpukat dari temannya di luar kota. Untuk dibagi dengan teman lain di Semarang juga, sih. Rasa mangga madunya luar biasa! Sudah lama tidak makan mangga madu… >_< Terakhir kali makan saat aku masih kuliah di Jogja. Betapa nikmatnya mangga madu, yang paling enak di kerajaan mangga! XD Kalau biji alpukatnya aku tidak tahu, ditanam atau tidak.

Ada juga lombok Manado. Buahnya mantap, dipakai untuk masak sedikit saja sudah pedas! Lombok biasa yang kecil-kecil juga ada, pohonnya semakin banyak karena biji yang berjatuhan mudah sekali tumbuh.

Lalu ada kacang panjang hasil semaianku yang dipindahkan Ayahanda ke kebun dan diberi penyangga seadanya. Sudah mulai dipanen seminggu yang lalu. Lumayan untuk bahan masakan Ibunda :) Beberapa pohon jagung yang disemai sendiri oleh Ayahanda saat ini pun sudah mulai berbunga :D

Wah, aku belum cerita tentang suweg ya. Nama latinnya Amorphophallus paeoniifolius. Tanaman ini sudah lama ada di kebun kami. Saat ini sedang masa pertumbuhan fase vegetatif. Pada fase generatifnya akan muncul bunga yang baunya tidak enak.

Fase vegetatif suweg (A. paeoniifolius)

Fase vegetatif suweg (A. paeoniifolius)

Bunga suweg (A. paeoniifolius)

Bunga suweg (A. paeoniifolius)

Tanaman ini menghasilkan umbi yang bisa dipanen pada akhir masa fase vegetatif. Ketika daun-daunnya sudah mulai layu atau rebah ke tanah, umbinya bisa diambil. Aku tidak terlalu suka umbi suweg karena agak bergetah. Mungkin bisa diakali dengan proses pengolahan tertentu untuk menghilangkan getahnya.

Itulah macam-macam tanaman yang ada di kebun kami. Semoga aku bisa berkebun lagi supaya penampilan halaman depan rumahku lebih tertata. Banyak tanaman dalam pot yang terbengkalai >.<

Tinggalkan komentar

Filed under Kebun

Dari butir kecil

Sebutir kecil kehidupan

hampir tak berarti

tanam dan rawat

dengan penuh kasih

butir kecil itu

‘kan tumbuh

bawa keindahan

dari dunia seberang

tanam dan rawat

dengan penuh kasih

butir kecil itu

‘kan tumbuh

beri perlindungan

bagi kau dan aku

beri kehidupan baru

bagi mereka

2 Komentar

Filed under Puisi dan Sajak